telkomsel halo

Menguak Kekuatan Internux dengan 4G LTE

08:52:58 | 15 Nov 2013
Menguak Kekuatan Internux dengan 4G LTE
Ilustrasi (Dok)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – Pemilik lisensi Broadband Wireless Access (BWA), PT Internux, akhirnya memasarkan layanan 4G Long Term Evelolution (LTE) internet nirkabel yang digadang sebagai pionir broadband wireless di Indonesia dengan merek dagang Bolt!

Chief Marketing Officer Internux Liryawati mengungkapkan, perseroan menggelontorkan investasi sekitar US$ 550 juta untuk mengembangkan layanan yang diklaim sebagai 4G LTE pertama di Indonesia dengan akases hingga 84,6 Mbps, atau lebih 10x lipat dari 3G. Sebesar US$ 75 juta berasal dari dana perusahaan Jepang Mitsui & Co Indonesia.

“Kami membidik sekitar 10 juta pelanggan yang berada di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sesuai lisensi yang dimiliki. Investasi yang kita dapat berasal dari kas internal dan Mitsui Corp Jepang,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (14/11).

Infrastruktur
Perusahaan yang memenangkan tender BWA  pada tahun 2009 itu menerapkan teknologi Time Division Duplex – Long Term Evolution (TDD-LTE). Saat ini perseroan mengaku telah menyiapkan sebanyak 1.500 unit BTS yang tersebar di Jabodetabek. Kemungkinan besar angka itu akan bertambah menjadi 3.500 unit hingga tahun depan seiring dengan ekspansi yang akan terus dilakukan perusahaan.

“BTS sebanyak itu milik Internux. Sedangkan menara kita sewa ke beebrapa perusahaan,” ungkap Chief Technology Officer Internux Devid Gubiani.

Perseroan menyewa menara ke  Mitratel, Iforte, Protelindo, Solusi Tunas Pratama, dan Tower Bersama Group. Sayangnya Devid tidak merinci lebih lanjut komposisi menara dari masing-masing perusahaan yang berkontribusi.

Ketika ditanya tentang  bentuk kerja sama perseroan dengan First Media yang juga pemilik lisensi BWA untuk zona Jabodetabek,  Devid mengaku hanya menggunakan infrastruktur yang memungkinkan dari perusahaan tersebut, salah satunya adalah fiber optik, dimana First Media disebut sebagai penyedia jaringan fiber optik yang sangat bagus.

Sedangkan Liryawati  mengatakan bahwa First Media merupakan konsultan Internux dalam menjalankan layanan 4G LTE ini.

“Kami bekerja sama dengan banyak pihak. Seperti yang anda ketahui, kami adalah anggota Global TD-LTE Initiative (GTI) yang mengharuskan kami menyediakan layanan internet nirkabel pita lebar yang terbaik dan inovatif. Jadi tidak heran jika kami bekerja sama dengan banyak pihak,” ujar Devid.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Internux telah melakukan perjanjian pengalihan (assignment aggreement) dengan First Media dan Protelindo. Berdasarkan ketentuan dari perjanjian pengalihan tersebut, First Media akan mengalihkan seluruh hak, kewajiban dan kepentingannya atas penyewaan 139 lokasi menara milik Protelindo kepada Internux.

First Media juga akan menjamin pelaksanaan kewajiban Internux dan juga akan bertanggung jawab secara renteng atas seluruh kewajiban dari Internux atas sewa lokasi yang telah ada untuk suatu periode waktu tertentu.

Sebelumnya, First Media sendiri dikabarkan tengah membangun sekitar 1.500 BTS berbasis TDD LTE didukung Huawei dengan skema vendor financing. Jumlah yang sama dengan yang dipaparkan Internux.

Saat rumor kerja sama dengan First Media terekspos, dikabarkan layanan TDD LTE yang digarap Internux akan ‘lancar jaya’ karena berjalan di frekuensi yang lumayan lebar, yakni 30 MHz.

Jumlah ini merupakan gabungan antara frekuensi yang didapatkan Internux saat memenangkan tender BWA di 2009. Jumlah yang sama juga didapatkan oleh First Media.

Internux memiliki lebar pita 15 MHz (2375 – 2390) di 2,3 GHz. Jumlah itu sama dengan First Media di 2360 – 2375 untuk Jabodetabek.

Namun saat dikonfirmasi, Devid tidak menyebutkan jumlah lebar pita frekuensi. Dirinya hanya mengatakan untuk menjalannya layanan 4G LTE ini mereka tetap menggunakan frekuensi yang sama dengan yang diraihnya pada 2009 silam.

Sementara itu, Direktur First Media Dicky Moechtar mengungkapkan, perseroan memberikan dukungan ke Internux berupa expertise penyelenggaraan layanan, fasilitas data center, backbone dan penyewaan menara telekomunikasi.(ct/id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Editorial
Prahara di angkasa