telkomsel halo

Debut langsung juara, SMK Angkasa 1 Bandung taklukkan GYC 2026 Free Fire

07:06:00 | 05 Nov 2026
Debut langsung juara, SMK Angkasa 1 Bandung taklukkan GYC 2026 Free Fire
JAKARTA (IndoTelko) - SMK Angkasa 1 Margahayu, Kabupaten Bandung, berhasil menjuarai Garena Youth Championship (GYC) 2026 Free Fire meski baru pertama kali mengikuti kompetisi tersebut. Gelar juara dipastikan setelah tim sekolah itu meraih Booyah pada pertandingan kedelapan babak Grand Finals di UNAS Auditorium, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Tim yang diperkuat Malvin Wiandra Wirawan, Muhammad Fakhri Sonjaya, Muhammad Rendi Aprilio Saputra, dan Muhammad Ramdani tersebut berhasil mengungguli sejumlah sekolah dari berbagai daerah.

SMAN 15 Makassar menempati posisi kedua dengan 137 poin, disusul SMAN 2 Barabai di peringkat ketiga dengan 119 poin, serta SMKN 1 Talaga di posisi keempat dengan 115 poin.

Pemain SMK Angkasa 1, Muhammad Ramdani, mengatakan kemenangan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang setelah sebelumnya beberapa kali gagal dalam turnamen offline maupun babak kualifikasi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua, guru, dan pembimbing yang mendukung perjalanan tim.

Keberhasilan ini membawa SMK Angkasa 1 memperoleh dana pendidikan sebesar Rp30 juta dan beasiswa kuliah 100% dari Universitas Nasional (UNAS). Sementara itu, tim peringkat kedua mendapatkan beasiswa 70%, sedangkan peringkat ketiga memperoleh beasiswa 50%. Para finalis lainnya juga mendapatkan fasilitas bebas biaya formulir pendaftaran UNAS.

Tak hanya hadiah pendidikan, para pemain SMK Angkasa 1 berkesempatan mengikuti babak Play-ins Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2027 Spring. Mereka juga akan berkompetisi bersama tiga tim terbaik lainnya melawan peserta dari Asia Tenggara dalam GYC Free Fire Asia Invitational 2026.

Booyah Penentu di Game Kedelapan

Babak Grand Finals menggunakan format Champion Rush. Dalam format ini, tim harus mengumpulkan minimal 80 poin dan meraih Booyah untuk memastikan gelar juara.

SMK Angkasa 1 tampil kuat sejak awal pertandingan dan telah mencapai status Champion Rush pada game keempat dengan raihan 91 poin. Namun, persaingan semakin ketat karena sejumlah tim lain juga berhasil memenuhi syarat untuk memperebutkan gelar.

Memasuki game kedelapan di map NexTerra, terdapat tujuh tim yang berstatus Champion Rush. SMK Angkasa 1 harus bersaing dengan enam tim lainnya, termasuk SMAN 15 Makassar yang memimpin klasemen sementara.

Dalam pertandingan penentuan, SMK Angkasa 1 mampu bertahan hingga zona terakhir dengan strategi rotasi yang tepat. Tim tersebut kemudian menghadapi SMK Kesatrian Purwokerto dan SMAN 2 Barabai.

Memanfaatkan kondisi lawan yang mulai kehilangan sumber daya setelah terlibat duel, SMK Angkasa 1 berhasil mempertahankan keunggulan jumlah pemain. Tim tersebut akhirnya mengamankan Booyah sekaligus memastikan gelar juara GYC 2026 Free Fire.

Guru pendamping tim, Ega Oktavian, mengapresiasi perjuangan para siswa yang berhasil membawa nama baik sekolah. Ia berharap pencapaian tersebut dapat memotivasi siswa lainnya untuk mengembangkan minat dan bakat, tanpa mengabaikan tanggung jawab serta disiplin dalam belajar.

GCG BUMN
GYC 2026 Free Fire merupakan bagian dari program Garena Goes to School yang mendorong pengembangan esports positif di kalangan pelajar sekaligus menjaga keseimbangan prestasi akademik dan nonakademik. Kompetisi ini mendapat dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Pengurus Besar Esports Indonesia. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories