telkomsel halo

RedDoorz catat 4.900 audit hotel berbasis AI sepanjang 2026

05:39:00 | 30 Okt 2026
RedDoorz catat 4.900 audit hotel berbasis AI sepanjang 2026
JAKARTA (IndoTelko) - RedDoorz memperkuat pengawasan kualitas layanan hotel melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), audit digital, ulasan tamu, dan pelatihan staf. Strategi ini ditujukan untuk mempercepat identifikasi masalah serta menjaga konsistensi standar layanan di seluruh jaringan propertinya.

Sepanjang 2026, RedDoorz telah melaksanakan 4.900 audit di lebih dari 1.500 properti menggunakan Inspecto, sistem audit internal yang mulai diterapkan pada 2025. Platform tersebut memungkinkan pemeriksaan secara digital terhadap kebersihan kamar dan kamar mandi, fasilitas, area sekitar properti, hingga kepatuhan staf terhadap prosedur layanan.

Setiap temuan audit secara otomatis diteruskan kepada tim terkait. AI membantu mengelompokkan permasalahan dan mengarahkannya kepada pihak yang bertanggung jawab. Temuan baru dapat ditutup setelah tindakan perbaikan diselesaikan dan diverifikasi oleh tim internal.

SVP of Product & Data RedDoorz, Nitin Vyas, mengatakan penggunaan AI membantu perusahaan mengidentifikasi masalah kualitas, memahami potensi dampaknya terhadap pendapatan, serta memastikan setiap temuan memiliki penanggung jawab dan proses penyelesaian yang transparan.

AI Terintegrasi dengan Ulasan Tamu

Inspecto digunakan di seluruh portofolio multi-brand RedDoorz, meliputi RedDoorz, SANS, UrbanView, The Lavana, Sunerra, dan Mitra RedDoorz. Sistem tersebut juga mendukung pelaksanaan mystery auditsecara berkala di hotel yang dikelola langsung oleh perusahaan.

Pemeriksaan mencakup pelayanan staf, kondisi kamar dan kamar mandi, area umum, serta ketersediaan amenitas yang dijanjikan kepada tamu.

Selain audit, RedDoorz mengintegrasikan ulasan pelanggan ke dalam RedPilot, instrumen berbasis AI yang dikembangkan secara internal untuk membantu manajer hotel. Masukan dan temuan audit dapat diubah menjadi peringatan operasional serta tiket tugas bagi staf.

Dengan pendekatan ini, keluhan berulang mengenai kebersihan, kondisi kamar, proses check-in, layanan, dan fasilitas dapat ditindaklanjuti sebagai bagian dari perbaikan operasional secara menyeluruh.

RedDoorz menyebut properti yang dikelola langsung perusahaan saat ini mencatat skor 9,2 dari maksimal 10 berdasarkan penilaian tamu melalui aplikasi RedDoorz dan mitra utama online travel agent(OTA). Pencapaian tersebut didukung renovasi properti, peningkatan amenitas, penguatan standar keamanan dan operasional, serta pemanfaatan data dan AI.

Perkuat Kompetensi Staf dan Jaminan Layanan

Di luar teknologi, RedDoorz terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Sejak 2016, lebih dari 40.000 staf hotel telah mengikuti pelatihan operasional perhotelan dan standar layanan. Program peningkatan kompetensi terbaru yang diluncurkan pada akhir 2025 juga telah menjangkau lebih dari 250 staf.

Perusahaan turut menawarkan Assured Stay, layanan tambahan opsional yang memungkinkan tamu mengajukan pengembalian dana sebesar 50% dari harga menginap apabila amenitas yang dijanjikan tidak tersedia atau kondisi kamar tidak sesuai dengan tampilan saat pemesanan.

Menurut RedDoorz, klaim tercatat pada kurang dari 2% pemesanan Assured Stay. Setiap klaim yang telah divalidasi akan ditindaklanjuti dengan perbaikan di properti terkait.

Founder & CEO RedDoorz, Amit Saberwal, menegaskan bahwa teknologi tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga menghadirkan pengalaman menginap yang lebih konsisten dan dapat diandalkan.

GCG BUMN
Ke depan, RedDoorz akan memperluas pemantauan kualitas berbasis AI, pelatihan staf, standar keselamatan, dan pengawasan operasional di seluruh jaringan propertinya. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories