JAKARTA (IndoTelko) - Kebiasaan masyarakat berbelanja kebutuhan harian secara digital semakin meluas hingga malam dan dini hari. GrabAds mencatat pesanan GrabMart pada pukul 02.0005.59 WIB sepanjang 2025 tumbuh 40,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Temuan tersebut dipaparkan dalam F&B Forward: GrabAds Marketing Summit 2026, yang membahas perubahan perilaku konsumen serta pemanfaatan data konsumen untuk membantu merek membangun preferensi hingga mendorong pembelian.
Pertumbuhan juga tercatat pada malam hari. Pesanan GrabMart meningkat 38,4% pada pukul 21.0022.29 WIB dan 36,3% pada pukul 22.3001.59 WIB. Tren ini membuka peluang bagi pelaku industri makanan dan minuman (F&B) serta barang konsumsi cepat habis (FMCG) untuk menjangkau konsumen di luar jam belanja konvensional.
Director of Commercial Grab Indonesia, Roy Nugroho, mengatakan perubahan tersebut menunjukkan konsumen semakin fleksibel dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, data perilaku belanja dapat membantu merek mengidentifikasi waktu dan kebutuhan konsumen secara lebih relevan untuk menyusun strategi pemasaran.
Pola belanja juga berbeda berdasarkan waktu. Pada pagi hari, konsumen cenderung membeli buah, sayuran, bumbu masak, serta daging dan makanan beku. Camilan dan es krim menjadi pilihan pada siang hingga sore hari, sedangkan minuman dan camilan lebih diminati pada malam hari.
Untuk mendukung kebutuhan belanja di berbagai waktu, GrabMart menghadirkan kampanye Belanja Terima Beres yang menawarkan layanan belanja kebutuhan harian 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, dengan berbagai promo dan pengiriman kurang dari satu jam.
Sementara itu, DailyMart by Grab, yang sebelumnya bernama GrabMart Kilat, menyediakan produk segar seperti buah-buahan, sayuran, dan daging melalui toko yang dikelola khusus oleh GrabMart.
Strategi Pemasaran Berbasis Data
GrabAds juga mengungkap perbedaan cara konsumen menemukan produk di GrabMart dan GrabFood. Enam dari sepuluh pesanan GrabMart dimulai melalui pencarian langsung, sedangkan 79% pesanan GrabFood berawal dari eksplorasi berbagai pilihan.
Perbedaan tersebut menunjukkan pentingnya strategi pemasaran yang disesuaikan dengan karakteristik konsumen pada setiap platform. Merek perlu membangun kesadaran dan preferensi sejak awal, sekaligus memastikan produknya mudah ditemukan ketika konsumen siap membeli.
Roy mengatakan GrabAds memanfaatkan data konsumen pihak pertama (first-party consumer insights) dan solusi pemasaran menyeluruh (full-funnel marketing) untuk membantu merek menjangkau konsumen di berbagai tahap perjalanan pembelian, mulai dari membangun kesadaran hingga mendorong transaksi.
Adopsi strategi tersebut juga meningkat. GrabAds mencatat jumlah merek F&B skala perusahaan (enterprise) yang menggunakan solusi full-funnel marketing tumbuh lebih dari 120% dalam setahun terakhir.
Melalui F&B Forward: GrabAds Marketing Summit 2026, GrabAds mendorong pelaku industri memahami perubahan perilaku konsumen dan memanfaatkan berbagai titik interaksi dalam ekosistem Grab untuk menyusun pemasaran yang lebih tepat sasaran, dari membangun kesadaran merek hingga mendorong keputusan pembelian. (mas)