JAKARTA (IndoTelko) - PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) kembali memperkuat kemampuan pemasok lokal melalui pelatihan pemanfaatan Free Trade Agreement (FTA) dan Authorized Economic Operator (AEO) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Program yang digelar di Kabupaten Bekasi pada 20 Oktober 2026 ini merupakan kelanjutan kegiatan serupa pada Mei lalu. Materi pelatihan dikembangkan lebih mendalam untuk meningkatkan pemahaman pemasok mengenai kepatuhan kepabeanan, efisiensi perdagangan, serta peluang dalam perdagangan internasional.
Presiden Direktur HMMI, Hyunchul Bang, mengatakan kualitas kendaraan tidak hanya ditentukan oleh proses produksi di pabrik, tetapi juga oleh kekuatan dan keandalan rantai pasok.
“Melalui program pengembangan pemasok ini, kami ingin membantu mitra lokal meningkatkan kapabilitas, memahami peluang efisiensi perdagangan, serta memperkuat konsistensi pasokan komponen,” ujarnya.
Menurut Hyunchul, penguatan tersebut diharapkan mendukung kualitas kendaraan yang konsisten, menjaga ketersediaan suku cadang, dan memberikan nilai tambah bagi konsumen Indonesia.
Dalam pelatihan tersebut, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memberikan materi mengenai prinsip AEO, fasilitas kepabeanan yang relevan, serta pemanfaatan FTA untuk memperoleh tarif preferensial sesuai ketentuan dan persyaratan asal barang.
Pemahaman tersebut diharapkan membantu pemasok mengoptimalkan pengadaan material sekaligus memperbaiki tata kelola perdagangan internasional.
Kepala Seksi Kerja Sama Perdagangan Bebas I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Tutut Rindiati, mengapresiasi upaya HMMI dalam memperkuat kepatuhan perusahaan pemasok.
Ia menyampaikan bahwa pendampingan AEO dan verifikasi FTA dapat mengurangi potensi penolakan dalam proses pengadaan material. Kolaborasi antara sektor swasta dan Bea Cukai juga diharapkan berlanjut untuk memperluas pemahaman dan pemanfaatan fasilitas perdagangan yang tersedia.
Perkuat Kualitas dan Ketersediaan Suku Cadang
Salah satu peserta pelatihan, Rita Ulfiah dari PT Sekiso Industries Indonesia, menilai kegiatan tersebut membantu peserta memahami regulasi perdagangan yang kompleks secara lebih komunikatif. Menurutnya, pemahaman ini penting untuk mengurangi risiko kesalahan administrasi dalam rantai pasok global.
HMMI menilai peningkatan kapabilitas pemasok tidak hanya mendukung kebutuhan produksi saat ini, tetapi juga memperkuat ketahanan rantai pasok dalam jangka panjang.
Bagi konsumen, rantai pasok yang lebih andal berpotensi membantu menjaga ketersediaan komponen dan suku cadang untuk perawatan maupun perbaikan kendaraan. Konsistensi kualitas komponen juga menjadi faktor pendukung pengalaman berkendara.
Efisiensi pengadaan dan perdagangan berpotensi meningkatkan daya saing produk, bergantung pada realisasi penghematan di sepanjang rantai pasok.
Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan pemasok lokal dan pemerintah, HMMI menyatakan komitmennya untuk mendukung ekosistem otomotif Indonesia yang lebih tangguh dan kompetitif, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi konsumen. (mas)