telkomsel halo

Wisatawan Indonesia ke Jepang diimbau lindungi data digital

06:58:00 | 20 Okt 2026
Wisatawan Indonesia ke Jepang diimbau lindungi data digital
JAKARTA (IndoTelko) - Kaspersky mengingatkan wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Jepang agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman siber, terutama saat menggunakan Wi-Fi publik, melakukan pembayaran digital, dan mengakses layanan perjalanan secara daring.

Imbauan ini disampaikan seiring meningkatnya minat wisatawan Indonesia terhadap Jepang. Berdasarkan data Kaspersky, pengguna di Jepang menghadapi puluhan juta deteksi ancaman web serta berbagai ancaman lain yang berpotensi membahayakan keamanan data digital.

Dalam periode kuartal III 2025 hingga kuartal II 2026, Kaspersky mencatat 32.851.462 deteksi ancaman web umum di Jepang. Perusahaan juga mendeteksi 201.517 ancaman pencuri kata sandi (password stealer), 209.226 deteksi spyware, dan 294.394 deteksi backdoor.

Ancaman tersebut mencakup situs berbahaya, perangkat lunak yang mencuri kredensial akun, program yang memantau aktivitas pengguna, hingga perangkat lunak yang memungkinkan akses tidak sah ke perangkat terinfeksi.

Peneliti Keamanan Utama Global Research and Analysis Team (GReAT) Kaspersky, Noushin Shabab, mengatakan wisatawan kerap lebih berfokus menikmati perjalanan daripada memperhatikan keamanan digital. Kondisi tersebut dapat membuat mereka lebih rentan terhadap serangan siber.

“Dengan memahami ancaman yang paling relevan di setiap destinasi, wisatawan dapat mengambil langkah-langkah sederhana untuk melindungi data mereka dan menikmati perjalanan dengan lebih tenang,” ujarnya.

Wi-Fi Publik dan Kode QR Jadi Perhatian

Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah penggunaan Wi-Fi publik di bandara, hotel, kafe, dan pusat perbelanjaan. Pelaku kejahatan siber dapat membuat jaringan nirkabel palsu untuk mencuri informasi masuk akun maupun data keuangan pengguna.

Risiko meningkat ketika wisatawan mengakses email, akun pribadi, layanan perjalanan, atau melakukan transaksi melalui jaringan yang tidak terverifikasi.

Kaspersky juga menyoroti potensi penipuan pembayaran melalui kode QR. Pelaku dapat mengganti kode QR asli dengan kode palsu yang mengarahkan pembayaran ke rekening mereka atau membawa pengguna ke situs berbahaya.

Wisatawan disarankan memeriksa nama pedagang, alamat situs, dan detail transaksi sebelum menyetujui pembayaran. Jika kode QR terlihat rusak atau mencurigakan, wisatawan sebaiknya mengonfirmasi keasliannya kepada staf setempat.

Untuk memperkuat perlindungan, Kaspersky menyebut solusi konsumennya, termasuk Kaspersky Premium, dilengkapi teknologi anti-phishing berbasis pembelajaran mesin, pemantauan perilaku secara waktu nyata, serta fitur pemeriksaan kebocoran data dan pencurian identitas.

Perusahaan juga menyatakan Kaspersky Premium kembali memperoleh sertifikasi tahunan “Approved” dalam pengujian anti-phishing AV-Comparatives pada 2025.

Delapan Langkah Menjaga Keamanan Digital

Kaspersky merekomendasikan sejumlah langkah bagi wisatawan agar terhindar dari penipuan selama merencanakan dan menjalani perjalanan.

Pertama, lakukan pemesanan melalui situs atau aplikasi resmi maskapai, layanan transportasi, dan platform perjalanan. Hindari tautan pemesanan yang dikirim melalui email, pesan teks, atau media sosial tanpa verifikasi.

Kedua, periksa alamat URL sebelum memasukkan informasi pribadi maupun data pembayaran. Situs phishing kerap menggunakan nama domain yang menyerupai situs resmi.

Ketiga, waspadai penawaran yang terlalu menggiurkan, terutama jika disertai desakan untuk segera membayar atau menggunakan metode pembayaran yang tidak lazim.

Keempat, gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun perjalanan, serta aktifkan autentikasi multifaktor (MFA) jika tersedia.

Kelima, unduh aplikasi perjalanan hanya dari toko aplikasi resmi. Periksa ulasan dan izin akses aplikasi sebelum memasangnya.

Keenam, pantau mutasi rekening dan kartu setelah melakukan pemesanan. Segera laporkan transaksi yang tidak dikenal kepada penyedia layanan keuangan.

Ketujuh, pindai kode QR hanya dari sumber tepercaya. Periksa tautan dan rincian pembayaran sebelum melanjutkan, serta hindari mengunduh aplikasi atau berkas dari kode QR yang belum terverifikasi.

Kedelapan, jika harus menggunakan Wi-Fi publik, pertimbangkan penggunaan VPN untuk mengenkripsi koneksi internet. Kaspersky menyebut VPN dalam paket Premium dapat memberikan perlindungan tambahan saat pengguna mengakses email, layanan perjalanan, dan akun daring.

GCG BUMN
Melalui imbauan ini, Kaspersky menekankan bahwa keamanan digital perlu menjadi bagian dari persiapan perjalanan, agar wisatawan dapat menikmati destinasi tanpa mengabaikan perlindungan data pribadi dan keuangan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories