telkomsel halo

Alibaba Cloud ekspansi ke 3 negara, perkuat infrastruktur AI

07:17:00 | 27 Sep 2026
Alibaba Cloud ekspansi ke 3 negara, perkuat infrastruktur AI
JAKARTA (IndoTelko) Alibaba Cloud mempercepat ekspansi infrastruktur global sekaligus memperluas portofolio kecerdasan buatan (AI) untuk membantu perusahaan meningkatkan efisiensi dan mempercepat penerapan teknologi AI dalam operasional bisnis.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam Apsara Conference 2026, bersamaan dengan pengenalan sejumlah kemampuan AI baru dan kolaborasi dengan perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari manufaktur, gim, logistik, hiburan hingga teknologi informasi.

Dalam 12 bulan ke depan, Alibaba Cloud berencana membuka region cloud pertamanya di Turki, Finlandia, dan Belanda. Perusahaan juga akan memperluas jaringan pusat data di Malaysia, Jerman, Uni Emirat Arab, Prancis, dan Hong Kong.

Dengan ekspansi tersebut, Alibaba Cloud akan meningkatkan kapasitas komputasi sekaligus mendekatkan layanan cloud dan AI dengan kebutuhan pelanggan di berbagai pasar. Saat ini, Alibaba Cloud mengoperasikan 107 availability zone di 31 region secara global.

Chief Technology Officer sekaligus President of International Business Alibaba Cloud Intelligence, Dr. Feifei Li, mengatakan perkembangan AI mendorong perusahaan beralih dari tahap eksperimen menuju penerapan nyata.

“Seiring Alibaba Cloud bertransformasi dari infrastruktur AI-native menuju arsitektur Agent-Native Cloud, AI juga bergerak cepat dari tahap eksperimen menuju penerapan nyata. Perkembangan ini mendorong kebutuhan akan infrastruktur yang dapat ditingkatkan skalanya serta kapabilitas AI yang lebih mudah diakses,” ujarnya.

Menurut Feifei, perluasan infrastruktur dilakukan untuk mendekatkan sumber daya komputasi kepada pelanggan dan mitra, sekaligus menyediakan teknologi untuk penerapan model AI, beban kerja multimodal, hingga pengembangan aplikasi berbasis AI.

Tiga Solusi AI Baru

Dalam konferensi tersebut, Alibaba Cloud memperkenalkan tiga solusi baru yang ditujukan untuk membantu perusahaan membangun dan mengoperasikan aplikasi AI.

Smart Studio dirancang untuk mempercepat pengembangan platform Model-as-a-Service (MaaS). Perusahaan dapat mengemas API model, mengatur harga, memantau penggunaan hingga mengelola penagihan menggunakan merek sendiri. Infrastruktur inferensinya diklaim mampu menghasilkan throughput hingga 505% lebih tinggi dibandingkan framework open-source standar pada perangkat keras yang sama.

Sementara Smart Fusion berfungsi sebagai mesin multimodel yang memilih kombinasi model berdasarkan kebutuhan tugas dan kondisi secara real-time. Solusi ini menggunakan satu API untuk berbagai model dan diklaim dapat menekan biaya penggunaan token hingga sekitar 50%.

Adapun Smart Video merupakan agen video AI yang ditujukan untuk studio drama pendek dan pengiklan. Teknologi tersebut memungkinkan pembuatan video hingga satu jam melalui satu prompt, kemudian hasilnya dapat disempurnakan menggunakan instruksi bahasa alami. Smart Video mendukung sejumlah model video, termasuk Wan, serta lebih dari 20 bahasa.

Dipakai Perusahaan Global

Alibaba Cloud juga menunjukkan penerapan teknologi AI melalui sejumlah kolaborasi.

Panasonic Digital (Shanghai) menggunakan Bailian atau Model Studio untuk mengakses model Qwen serta memanfaatkan DataWorks, MaxCompute, dan Hologres dalam pengembangan agen AI untuk manufaktur, rantai pasok, dan fungsi korporasi.

Implementasi tersebut diklaim memangkas waktu dokumentasi hingga 80%, meningkatkan efisiensi peninjauan kontrak hingga 10 kali lipat, serta memungkinkan staf nonteknis melakukan analisis persediaan menggunakan bahasa alami.

Di sektor gim, Unity China memanfaatkan Model Studio dan Qwen untuk mendukung Tuanjie AI-Codely. Platform tersebut membantu pengembang dalam memahami kode, melakukan penyuntingan secara real-time, serta menemukan dan memperbaiki kesalahan kode.

Sementara di Indonesia, Lion Parcel menggunakan Qwen-VL-Plus melalui Model Studio untuk mengotomatisasi pemrosesan dokumen dan alur kerja keuangan. Teknologi tersebut digunakan untuk mengurangi proses input data manual sekaligus meningkatkan akurasi pengolahan dokumen.

“Solusi pengenalan karakter optik (OCR) Alibaba Cloud yang didukung Qwen membantu kami mempercepat pemrosesan Document Order di bagian keuangan. Solusi ini meningkatkan akurasi sekaligus menghemat waktu dan biaya operasional,” kata Head of IT Lion Parcel, Probosetyo Krishna.

Di Malaysia, Loomi Entertainment Group mengintegrasikan model visual Alibaba Cloud, termasuk Wan dan HappyHorse, ke dalam mesin AI sinematik Imaginary. Kolaborasi ini diarahkan untuk mempercepat produksi video dan visual serta memperluas pemanfaatan AI-generated content (AIGC).

Alibaba Cloud dan Loomi juga telah menggelar dua hackathon AIGC serta memberikan pelatihan kepada lebih dari 100 kreator lokal.

Sementara itu, SHAKE memanfaatkan infrastruktur komputasi dan model Qwen untuk mengembangkan solusi Agentic Resource Planning (ARP) bagi UKM. Layanan tersebut nantinya juga akan tersedia melalui Alibaba Cloud Marketplace.

Alibaba Cloud turut menggandeng AnyMind Group untuk mengintegrasikan Qwen ke dalam AnyLive, platform live commerce berbasis AI. Integrasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan platform dalam memahami pertanyaan pelanggan dan menghasilkan respons yang lebih akurat serta kontekstual secara real-time dalam berbagai bahasa Asia.

GCG BUMN
Rangkaian kolaborasi tersebut menunjukkan arah Alibaba Cloud dalam mengembangkan ekosistem cloud dan AI yang tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga pada penerapan teknologi untuk kebutuhan bisnis yang semakin beragam. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories