telkomsel halo

SiteMinder hadirkan Dynamic Commerce Engine untuk hotel

08:43:00 | 23 Sep 2026
SiteMinder hadirkan Dynamic Commerce Engine untuk hotel
JAKARTA (IndoTelko) SiteMinder memperkenalkan Dynamic Commerce Engine, platform berbasis kecerdasan buatan (AI) dan machine learning (ML) yang dirancang membantu hotel mengoptimalkan strategi komersial, mulai dari penetapan harga hingga distribusi kamar.

Berbeda dari teknologi revenue management yang umumnya berfokus pada rekomendasi harga berdasarkan tingkat permintaan, Dynamic Commerce Engine juga menganalisis persoalan pada sisi distribusi. SiteMinder menilai gangguan koneksi ke kanal distribusi maupun pemetaan tipe kamar yang tidak tepat dapat mengurangi potensi pendapatan hotel.

Platform tersebut memanfaatkan data dalam skala besar dari ekosistem SiteMinder. Selama 20 tahun, platform ini telah digunakan oleh pengelola sekitar 56.000 properti, dengan cakupan 2,6 juta kamar hotel, 140 juta pemesanan, dan 300 juta malam menginap setiap tahun.

Model ML yang tertanam di dalamnya memproses hampir 4 miliar sinyal availability, rates, and inventory (ARI) untuk menemukan peluang optimasi yang relevan bagi masing-masing properti.

Meski menggunakan AI untuk mengidentifikasi peluang, keputusan tetap berada di tangan pengelola hotel. Setiap perubahan yang direkomendasikan dapat ditinjau dan disetujui terlebih dahulu sebelum diterapkan.

Akurasi Informasi Jadi Faktor Penting

Peluncuran Dynamic Commerce Engine dilakukan ketika hotel menghadapi tuntutan yang semakin besar untuk menjaga informasi properti tetap akurat dan konsisten di berbagai kanal online.

Riset terbaru SiteMinder terhadap lebih dari 12.000 wisatawan di 14 negara, termasuk Indonesia, menunjukkan 51,4% responden pernah membatalkan pemesanan hotel secara online akibat pengalaman yang buruk. Sebanyak 26,5% menyebut ulasan, foto, atau informasi hotel yang dinilai tidak dapat dipercaya sebagai salah satu faktor yang memengaruhi keputusan tersebut.

Salah satu pelanggan hotel, Kamilia Rudolf, mengatakan kelengkapan informasi menjadi pertimbangan penting sebelum melakukan pemesanan.

“Ketika informasi di internet tidak lengkap atau foto yang ditampilkan tidak menggambarkan kondisi hotel yang sebenarnya, saya menghabiskan banyak waktu untuk mencari ulasan atau video tur kamar dari wisatawan lain sebelum memutuskan apakah akan memesan,” ujarnya.

CEO dan Managing Director SiteMinder, Sankar Narayan, mengatakan hotel membutuhkan teknologi yang tidak hanya mampu menunjukkan peluang, tetapi juga membantu menerapkannya.

“Laporan dan asisten AI saja tidak lagi cukup. Hotel perlu mengetahui peluang mana yang benar-benar penting tanpa harus terus-menerus meminta sistem mereka untuk menemukannya, sekaligus memiliki kemampuan untuk mengubah peluang tersebut menjadi pendapatan,” kata Sankar.

Menurutnya, optimasi pendapatan tidak seharusnya hanya berpusat pada harga. Fondasi distribusi juga perlu mendapat perhatian karena berpengaruh terhadap kemampuan calon tamu menemukan informasi, ketersediaan kamar, dan harga yang sesuai.

GCG BUMN
Dengan pendekatan tersebut, SiteMinder menempatkan AI bukan hanya sebagai alat analisis, tetapi sebagai bagian dari proses eksekusi strategi komersial hotel dengan keputusan akhir tetap berada pada pengelola properti. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories