JAKARTA (IndoTelko) - Alibaba Cloud mencatat dua pengakuan sekaligus dalam laporan Gartner® Magic Quadrant™ 2026. Penyedia layanan cloud Alibaba Group tersebut masuk kategori Leader dalam Magic Quadrant for Generative AI Model Providers serta Magic Quadrant for Strategic Cloud Platform Services.
Pengakuan ini menempatkan kemampuan model AI dan infrastruktur cloud Alibaba Cloud dalam dua kategori strategis yang tengah berkembang seiring meningkatnya adopsi kecerdasan buatan di lingkungan bisnis.
Chief Technology Officer sekaligus President of International Business Alibaba Cloud, Dr. Feifei Li, mengatakan kebutuhan perusahaan terhadap AI kini tidak berhenti pada kemampuan model, tetapi juga mencakup infrastruktur yang mampu mendukung penerapan AI dalam skala besar.
“Pasar model AI generatif kini memasuki fase penting. Perusahaan tidak hanya membutuhkan model berperforma tinggi, tetapi juga ekosistem cloud AI full-stack yang membuat AI lebih mudah diakses, terjangkau, dan dapat dipercaya untuk digunakan dalam skala besar,” ujarnya.
Andalkan Ekosistem Qwen
Dalam laporan Magic Quadrant for Generative AI Model Providers, Gartner untuk pertama kalinya memetakan pasar penyedia model generatif AI. Kategori ini mencakup penyedia model fondasi yang digunakan perusahaan untuk menghasilkan berbagai jenis konten, mulai dari teks, gambar, audio hingga video.
Alibaba Cloud mengandalkan keluarga model multimodal Qwen yang tersedia dalam varian open-source dan komersial dengan berbagai ukuran.
Model terbarunya, Qwen3.8-Flash, merupakan model multimodal open-weight berbasis Mixture-of-Experts (MoE) dengan total 125 miliar parameter dan 6 miliar parameter aktif untuk setiap token.
Alibaba juga menyebut telah merilis lebih dari 460 model secara open-source. Model-model tersebut telah menghasilkan lebih dari 300.000 model turunan dan mencatat lebih dari 3 miliar unduhan secara global.
Dari sisi infrastruktur, Alibaba Cloud saat ini mengoperasikan 106 availability zone di 31 wilayah di seluruh dunia. Infrastruktur tersebut menjadi fondasi untuk menjalankan berbagai kebutuhan cloud dan beban kerja AI pelanggan.
Gartner memperkirakan nilai pasar model GenAI mencapai US$13 miliar pada 2025. Dari angka tersebut, model fondasi first-party menyumbang US$11,4 miliar. Hingga 2030, pasar model GenAI secara keseluruhan diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 59,9%, sedangkan model fondasi mencapai 55,2%.
Dorong Strategi AI+Cloud
Pengakuan kedua datang dari Magic Quadrant for Strategic Cloud Platform Services. Laporan ini mengevaluasi penyedia public cloud berdasarkan kemampuan menyediakan layanan infrastruktur, platform, dan transformasi yang dapat digunakan perusahaan sebagai fondasi pengembangan bisnis jangka panjang.
Alibaba Cloud mengembangkan strategi AI+Cloud dengan menggabungkan chip, infrastruktur cloud, model fondasi, hingga aplikasi dalam satu ekosistem.
Pendekatan tersebut juga mencakup kemampuan hybrid cloud melalui Apsara Stack. Teknologi ini memungkinkan kapabilitas public cloud digunakan pada lingkungan privat sehingga beban kerja AI, baik untuk pelatihan maupun inferensi, dapat dijalankan pada lingkungan core, edge maupun on-premises.
Menurut Alibaba Cloud, pendekatan tersebut merupakan bagian dari pergeseran bisnisnya dari penyedia infrastruktur cloud konvensional menuju platform yang AI-native dan mendukung pengembangan aplikasi berbasis agen AI.
Sebelumnya, Alibaba Cloud juga masuk kategori Leader dalam laporan perdana Gartner® Magic Quadrant™ for Cloud AI Infrastructure. Laporan tersebut menilai penyedia infrastruktur cloud yang dioptimalkan untuk kebutuhan AI, termasuk pelatihan model, inferensi, serta penyediaan layanan model AI.
Feifei Li mengatakan pengakuan dalam dua kategori Gartner tersebut memperkuat fokus Alibaba Cloud dalam membangun ekosistem AI yang terbuka, skalabel, dan dapat digunakan perusahaan untuk berbagai kebutuhan.
“Kami berkomitmen membantu perusahaan di seluruh dunia memanfaatkan kapabilitas AI yang terbuka, dapat ditingkatkan skalanya, dan dapat diandalkan sesuai kebutuhan mereka,” katanya. (mas)