telkomsel halo

Alibaba gaspol AI, dari Chip hingga agen digital

06:03:00 | 25 Sep 2026
Alibaba gaspol AI, dari Chip hingga agen digital
JAKARTA (IndoTelko) Alibaba memperluas strategi pengembangan kecerdasan buatan (AI) melalui pendekatan full-stack, mulai dari chip, infrastruktur cloud, model fondasi hingga agen AI.

Strategi tersebut dipaparkan dalam Apsara Conference 2026, konferensi teknologi tahunan Alibaba Cloud. Sejumlah teknologi baru diperkenalkan, termasuk perkembangan keluarga model Qwen, akselerator AI Zhenwu, arsitektur agentic cloud, serta platform agen AI yang ditujukan untuk perangkat smartphone.

Chairman Alibaba Group, Joe Tsai, mengatakan tema Apsara Conference tahun ini adalah “Intelligence Goes Beyond”, yang menggambarkan upaya membawa AI dari sekadar inovasi teknologi menuju pemanfaatan yang menghasilkan nilai nyata.

Sementara CEO Alibaba Group Eddie Wu mengungkapkan perusahaan menargetkan kapasitas pusat data global yang dioperasikan Alibaba Cloud menembus lebih dari 20 GW pada 2032. Target tersebut disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan komputasi AI di berbagai industri.

Qwen 4 Mulai Dilatih

Di sisi model AI, Alibaba mengungkapkan bahwa Qwen 4 telah memasuki tahap pelatihan. Perusahaan juga memaparkan rencana pengembangan Qwen 4.5 dan Qwen 5 dengan skala model yang diproyeksikan mencapai 5 triliun hingga 10 triliun parameter.

Alibaba juga mengembangkan pendekatan Recursive Self-Improvement (RSI), yang memungkinkan model melakukan peningkatan kemampuan melalui siklus evaluasi dan eksperimen secara berulang.

Dalam pengujian selama satu bulan, Qwen3.8-Max menjalani 33 siklus otomatis yang mencakup perancangan alur kerja, validasi data, eksperimen hingga diagnosis kesalahan. Proses tersebut meningkatkan skor Artificial Analysis dari 40 menjadi 45.

Eksperimen lainnya dilakukan untuk desain chip. Model menjalani proses pengembangan mandiri selama lebih dari 60 jam dan melakukan lebih dari 10.000 pemanggilan perangkat Electronic Design Automation (EDA). Hasil pengujian menunjukkan luas chip dapat dipangkas 42% tanpa mengurangi performa.

Alibaba juga memperbarui portofolio multimodalnya. Qwen3.8-LiveTranslate dikembangkan untuk penerjemahan simultan dengan latensi yang lebih rendah, sementara Qwen-Audio-3.1-TTS-Next ditujukan untuk produksi audio dengan kombinasi dialog dan suara latar.

Pengembangan model suara lainnya mencakup Qwen-Audio-3.1-ASR, Qwen-Audio-3.1-TTS dan Qwen-Audio-3.1-Realtime. Untuk kebutuhan visual, Qwen-Image 3.1 dijadwalkan hadir akhir tahun dengan fokus pada desain kreatif dan pemasaran e-commerce.

Alibaba juga memperkenalkan Qwen Intelligence, solusi agentic AI yang dirancang untuk smartphone. Platform tersebut ditujukan bagi produsen perangkat yang ingin menghadirkan ponsel AI dengan kemampuan menjalankan tugas lintas aplikasi.

Chip AI dan Infrastruktur

Strategi full-stack Alibaba turut mencakup pengembangan chip melalui T-Head. Unit desain chip tersebut memperkenalkan Zhenwu V900, prosesor untuk kebutuhan pelatihan dan inferensi AI.

Zhenwu V900 diklaim memiliki performa tiga kali lipat dibandingkan Zhenwu M890. Chip ini dilengkapi memori GPU 216 GB serta bandwidth antarchip 1.200 GB/detik, dengan dukungan presisi FP8 dan FP4.

Produksi massal dan komersialisasi Zhenwu V900 ditargetkan mulai kuartal pertama 2027. Hingga kini, chip AI Zhenwu disebut telah digunakan lebih dari 650 pelanggan dari berbagai sektor.

Alibaba juga menyiapkan server supernode yang menggabungkan Zhenwu V900 dengan ICN Switch, Panmai SmartNIC dan chip pengontrol SSD Zhenyue. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung klaster supernode hingga 500.000 kartu akselerator.

Untuk sisi CPU, Alibaba menyiapkan Yitian 720 dan Yitian 730. Keduanya dirancang untuk kebutuhan agentic AI dan dijadwalkan hadir pada 2027. Yitian 730 disebut mampu meningkatkan performa SPECint2017/GHz hingga 40% dibandingkan Yitian 710.

Agentic Cloud Jadi Fokus

Alibaba Cloud kemudian memperkuat strategi agentic cloud melalui tiga lapisan utama, yakni AI Native Cloud, Agent Native Cloud, dan Context Engine.

AI Native Cloud ditujukan untuk kebutuhan pelatihan dan inferensi AI berskala besar. Platform for AI (PAI), misalnya, telah mengintegrasikan berbagai optimalisasi untuk inferensi, caching, pelatihan hingga reinforcement learning untuk agen AI.

Sementara Cloud Parallel File Storage (CPFS) dikembangkan untuk kebutuhan penyimpanan pelatihan AI dengan throughput hingga ratusan terabita per detik dan IOPS mencapai ratusan juta. Alibaba menyebut teknologi ini dapat menurunkan biaya penyimpanan AI perusahaan hingga 69%.

Untuk jaringan, HPN 8.0 Pro menawarkan bandwidth hingga 100 petabit dan mendukung lebih dari 130.000 port jaringan 800G dalam satu klaster.

Pada lapisan Agent Native Cloud, Alibaba memperkenalkan AgentCore, platform untuk membangun, menjalankan dan mengelola agen AI dalam lingkungan enterprise. Fitur keamanan dan pemantauan menjadi bagian dari pengelolaan siklus hidup agen.

Alibaba juga menghadirkan Agent Security Center untuk mengelola keamanan dan compliance aplikasi agen AI, termasuk melalui mekanisme deteksi ancaman secara real-time.

Sementara Context Engine menyediakan kemampuan agar agen AI dapat memanfaatkan data real-time dan memori jangka panjang. Layanan Agent Context menghubungkan dokumen perusahaan, sistem bisnis, percakapan dan data multimodal.

Alibaba menyebut Agent Context mampu mengurangi penggunaan token hingga 67%dalam sejumlah skenario yang membutuhkan pemanfaatan pengetahuan dalam jumlah besar.

Di sisi data lakehouse, OpenLake diperbarui menjadi fondasi terpadu yang dapat menangani data terstruktur, semi-terstruktur, tidak terstruktur, vektor hingga streaming. Arsitektur tersebut diklaim dapat menekan total biaya hingga 38% sekaligus memangkas waktu respons kueri sebesar 40% dibandingkan pendekatan konvensional.

GCG BUMN
Melalui pengembangan dari chip hingga aplikasi agen, Alibaba menempatkan AI sebagai ekosistem teknologi yang mencakup seluruh lapisan komputasi, data, model dan aplikasi untuk memenuhi kebutuhan AI dalam skala besar. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories