telkomsel halo

AI makin masif, perusahaan butuh jaringan lebih adaptif

06:06:00 | 24 Sep 2026
AI makin masif, perusahaan butuh jaringan lebih adaptif
JAKARTA (IndoTelko) - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah cara perusahaan di Indonesia memandang infrastruktur digital. Jika sebelumnya jaringan lebih banyak diposisikan sebagai sarana pertukaran data, kini konektivitas menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengembangkan dan menjalankan layanan berbasis AI.

Transformasi ini terjadi seiring perusahaan mulai memanfaatkan generative AI untuk berbagai kebutuhan, mulai dari layanan pelanggan, deteksi penipuan, manajemen rantai pasok hingga pengambilan keputusan.

Namun, keberhasilan implementasi AI tidak hanya ditentukan oleh model atau kapasitas komputasi. Infrastruktur jaringan yang mampu menghubungkan data, aplikasi, cloud, model AI, dan mitra bisnis secara aman dan andal juga menjadi bagian penting.

Beban kerja AI makin tersebar

Bagi perusahaan di Indonesia, beban kerja AI tidak selalu berada dalam satu lokasi. Data dapat tersimpan di Indonesia, sementara model AI, cloud, mitra teknologi maupun pelanggan berada di Singapura, Malaysia, Australia, Jepang, atau pasar lainnya.

Kondisi tersebut membuat perusahaan harus menyeimbangkan performa, keamanan, biaya, serta tata kelola ketika menjalankan layanan AI. Terlebih ketika penggunaan AI berkembang dari tahap eksperimen menuju aplikasi yang lebih kompleks.

Salah satunya melalui agentic AI, yang memungkinkan sistem AI berinteraksi dengan berbagai aplikasi, sumber data, dan perangkat untuk menyelesaikan tugas secara lebih mandiri. Model ini berpotensi meningkatkan produktivitas, tetapi sekaligus menambah kebutuhan terhadap visibilitas dan kontrol atas perpindahan data serta beban kerja.

Karena itu, tata kelola AI dinilai tidak cukup hanya dilakukan pada lapisan aplikasi dan model. Perusahaan juga perlu mengetahui di mana data diproses, bagaimana data berpindah, serta apakah koneksi yang digunakan mampu memberikan keamanan dan keandalan yang dibutuhkan.

Beberapa pertanyaan yang perlu diperhatikan perusahaan antara lain kemampuan menghubungkan data, aplikasi, cloud, dan model AI secara aman, visibilitas terhadap lokasi pemrosesan data sensitif, kemampuan jaringan menghadapi peningkatan trafik, hingga fleksibilitas untuk terhubung dengan berbagai penyedia cloud dan model AI tanpa ketergantungan berlebihan pada satu vendor.

Interkoneksi privat untuk distributed AI

Kondisi geografis Indonesia dan ekosistem digital yang semakin beragam turut meningkatkan kebutuhan terhadap konektivitas yang andal. Perusahaan tidak hanya perlu menghubungkan infrastruktur internal, tetapi juga cloud, platform AI, layanan keuangan, penyedia layanan digital, dan mitra bisnis di dalam maupun luar negeri.

Untuk beban kerja tertentu, khususnya yang membutuhkan perlindungan data dan respons secara real-time, koneksi melalui internet publik belum tentu memberikan tingkat prediktabilitas, privasi, dan kontrol yang dibutuhkan.

Interkoneksi privat dan netral menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membangun koneksi langsung ke berbagai layanan digital dan mitra ekosistem. Pendekatan tersebut juga memungkinkan perusahaan memilih cloud, model AI, dan mitra teknologi sesuai kebutuhan tanpa harus mengorbankan kendali atas konektivitas dan performa.

Equinix melihat kebutuhan tersebut sejalan dengan semakin terdistribusinya infrastruktur digital perusahaan. Di Indonesia, Equinix IBX JK1 menyediakan akses ke ekosistem jaringan, penyedia cloud, dan mitra digital sehingga perusahaan dapat membangun interkoneksi secara lokal sekaligus memperluas operasional digital ke pasar global.

Pada tahap berikutnya, perkembangan AI tidak hanya akan ditentukan oleh kecanggihan model. Kemampuan perusahaan menghubungkan data, aplikasi, model, pengguna, dan mitra ekosistem secara aman dan andal akan menjadi bagian penting dalam menjalankan AI pada skala yang lebih besar.

GCG BUMN
Dengan demikian, jaringan mulai bergeser dari sekadar kebutuhan operasional menjadi salah satu fondasi yang menentukan kesiapan perusahaan menghadapi perkembangan AI dan model bisnis digital berikutnya. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories