telkomsel halo

Telkom alihkan aset Rp49,9 triliun ke InfraNexia

06:38:00 | 08 Aug 2026
Telkom alihkan aset Rp49,9 triliun ke InfraNexia
JAKARTA (IndoTelko) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) resmi menyelesaikan Spin-Off InfraCo Tahap 2 sebagai bagian dari transformasi bisnis dan penataan portofolio infrastruktur digital TelkomGroup.

Transaksi senilai Rp49,9 triliun tersebut memperkuat PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) sebagai entitas yang fokus mengelola dan mengembangkan bisnis infrastruktur digital wholesale.

Penyelesaian tahap kedua ini melanjutkan Spin-Off InfraCo Tahap 1 yang efektif sejak Januari 2026. Dengan pengalihan aset dan portofolio bisnis tersebut, InfraNexia kini akan mengelola lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya berada di Telkom.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, langkah ini menjadi bagian penting dari implementasi strategi transformasi TLKM 30, khususnya agenda unlock value melalui optimalisasi dan monetisasi aset infrastruktur.

“Spin-Off InfraCo Tahap 2 sebagai langkah strategis dalam perjalanan transformasi TLKM 30 untuk memperkuat InfraNexia sebagai mesin pertumbuhan baru, yang akan meningkatkan kapabilitas layanan infrastruktur, mengoptimalkan efisiensi bisnis, serta membuka peluang kemitraan strategis guna mendukung percepatan konektivitas digital nasional,” ujar Dian.

Portofolio yang kini berada di bawah pengelolaan InfraNexia mencakup jaringan akses pelanggan hingga core backbone dan berbagai infrastruktur pendukung.

Secara keseluruhan, InfraNexia akan mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik, termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang membentang di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan skala aset tersebut, InfraNexia diarahkan untuk memperkuat posisi sebagai penyedia wholesale connectivity yang melayani kebutuhan konektivitas digital secara lebih fokus dan profesional.

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan, konsolidasi aset menjadi fondasi bagi perusahaan untuk memperluas layanan dan meningkatkan kapabilitas jaringan.

“Kami optimistis penyelesaian spin-off ini semakin memperkokoh InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur konektivitas wholesale yang netral dan andal,” kata Lukman.

Menurutnya, InfraNexia akan memperkuat sejumlah layanan, antara lain 5G backhaul, wholesale network, FTTx, serta passive infrastructure sharing. Perusahaan juga mempercepat modernisasi jaringan dan pengembangan autonomous network.

Penguatan tersebut diarahkan untuk menghadirkan jaringan yang lebih cerdas, efisien, dan adaptif, sekaligus mendukung kebutuhan konektivitas yang terus meningkat seiring pertumbuhan AI, cloud, dan data center di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyebut spin-off sebagai bagian dari penataan portofolio TelkomGroup untuk membangun bisnis infrastruktur digital dengan proposisi nilai yang lebih kuat.

Meski Telkom tetap menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan lebih dari 99%, InfraNexia akan menjalankan operasional secara profesional dan melayani pelanggan secara independen.

TelkomGroup memastikan proses pengalihan aset tersebut tidak mengganggu layanan kepada pelanggan. Seluruh transaksi juga dilakukan dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta memenuhi ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku.

GCG BUMN
Melalui struktur baru ini, Telkom berharap pengelolaan aset infrastruktur menjadi lebih efisien, membuka ruang kemitraan strategis, sekaligus mempercepat pengembangan konektivitas digital dan pemerataan akses broadband di Indonesia. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories