telkomsel halo

Kaspersky ungkap maraknya situs palsu Piala Dunia 2026

07:58:00 | 23 Jun 2026
Kaspersky ungkap maraknya situs palsu Piala Dunia 2026
JAKARTA (IndoTelko) - Antusiasme penggemar terhadap Piala Dunia 2026 dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk melancarkan berbagai modus penipuan digital. Peneliti keamanan siber Kaspersky mendeteksi sedikitnya 336 domain unik yang meniru situs resmi turnamen guna menjebak pengguna.

Selain situs palsu, penjahat siber juga memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan streaming pertandingan dan taruhan olahraga dengan menawarkan akses ilegal yang berisiko mengakibatkan pencurian data pribadi hingga kerugian finansial.

Analis Konten Web Senior Kaspersky, Olga Altukhova, mengatakan pelaku kejahatan siber kini semakin fokus mengeksploitasi pola konsumsi digital penggemar sepak bola.

“Menonton pertandingan kini cukup melalui perangkat yang terhubung internet. Kondisi ini dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menyebarkan layanan streaming dan platform taruhan palsu dalam berbagai bahasa,” ujarnya.

Salah satu modus yang ditemukan adalah penyediaan situs streaming palsu yang mengklaim menawarkan akses gratis ke siaran Piala Dunia. Setelah pengguna memilih tombol “Tonton Sekarang”, mereka diarahkan untuk membuat akun dan diminta membayar biaya akses menggunakan mata uang kripto.

Skema tersebut tidak hanya berpotensi menyebabkan kehilangan dana, tetapi juga membuka peluang pencurian data registrasi pengguna.

Selain itu, Kaspersky menemukan sejumlah situs taruhan palsu yang meminta calon korban mengisi informasi pribadi secara detail, mulai dari nama lengkap, alamat email, hingga nomor telepon.

Platform tersebut memanfaatkan minat penggemar terhadap prediksi pertandingan untuk mengumpulkan data sensitif yang dapat digunakan dalam aksi pencurian identitas maupun pembobolan akun, terutama jika korban menggunakan kata sandi yang sama di berbagai layanan.

Ancaman lain juga datang melalui email phishing yang menawarkan layanan analisis pertandingan dan prediksi hasil laga berbayar. Dalam salah satu kasus, pengguna diminta membayar hingga US$200 untuk mendapatkan akses ke layanan tersebut.

Pelaku biasanya memanfaatkan kalimat yang menciptakan rasa urgensi agar korban segera mengambil keputusan tanpa melakukan verifikasi.

Untuk mengurangi risiko menjadi korban penipuan digital selama Piala Dunia 2026, Kaspersky mengimbau pengguna untuk selalu memeriksa keaslian situs web sebelum memasukkan data pribadi, termasuk memastikan alamat URL dan ejaan nama organisasi sesuai dengan situs resmi.

Pengguna juga disarankan hanya mengakses platform streaming resmi dan tepercaya, mengaktifkan autentikasi multi-faktor (2FA) pada akun penting, serta memanfaatkan solusi keamanan siber yang mampu mendeteksi tautan phishing dan lampiran berbahaya.

GCG BUMN
Selain itu, pengguna perlu secara berkala memantau aktivitas akun keuangan dan layanan digital guna mendeteksi potensi akses tidak sah sedini mungkin. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories