JAKARTA (IndoTelko) Schneider Electric menjalin kolaborasi strategis dengan Hon Hai Technology Group (Foxconn) untuk mempercepat pengembangan infrastruktur data center generasi baru yang dirancang khusus mendukung kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (AI).
Kemitraan ini menggabungkan kapabilitas Foxconn dalam manufaktur global, platform komputasi canggih, dan integrasi rak AI dengan keahlian Schneider Electric di bidang sistem kelistrikan, pendinginan, serta manajemen energi.
Melalui kolaborasi tersebut, kedua perusahaan akan menghadirkan solusi terintegrasi yang memungkinkan pelanggan membangun dan mengoperasikan infrastruktur AI secara lebih cepat, efisien, dan terukur di berbagai wilayah. Produksi solusi ini ditargetkan dimulai pada akhir 2026.
Chairman Foxconn, Young Liu, mengatakan percepatan adopsi AI membutuhkan pendekatan baru dalam pengembangan infrastruktur digital.
“Dengan menggabungkan keunggulan manufaktur dan sistem AI milik Foxconn bersama keahlian Schneider Electric dalam energi dan kelistrikan, kami ingin membantu pelanggan mempercepat implementasi kapasitas AI dalam skala besar secara lebih cerdas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Business VP Data Center Schneider Electric Indonesia, Ellya Cen, menambahkan meningkatnya kebutuhan komputasi AI turut mendorong permintaan terhadap infrastruktur energi yang lebih efisien.
“Untuk mendukung pertumbuhan AI secara berkelanjutan, dibutuhkan integrasi antara sistem daya, pendinginan, dan teknologi digital. Kolaborasi ini memungkinkan pelanggan membangun kapasitas AI dengan kecepatan, resiliensi, dan efisiensi yang lebih baik,” katanya.
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Schneider Electric dan Foxconn akan mengembangkan arsitektur referensi generasi baru untuk data center AI, termasuk solusi optimalisasi energi tertutup (closed-loop energy optimisation), sistem kelistrikan dan pendinginan modular, serta kerangka desain terstandarisasi.
Inisiatif ini ditujukan untuk menciptakan cetak biru AI factory yang dapat direplikasi secara global, memiliki kinerja tinggi, dan siap mendukung peningkatan kebutuhan komputasi AI di masa mendatang.
Melalui sinergi antara kemampuan manufaktur dan kecerdasan energi, kedua perusahaan berharap dapat membangun fondasi baru bagi infrastruktur AI yang lebih skalabel, efisien, dan berkelanjutan. (mas)