JAKARTA (IndoTelko) - Schneider Electric memperluas program peningkatan kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan melalui Electrician Academy 2026. Bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, program ini membuka akses sertifikasi kompetensi bagi teknisi yang menangani pemeliharaan instalasi listrik tegangan rendah.
Program yang diluncurkan di Jakarta pada momentum Hari Listrik Nasional tersebut menargetkan 9.500 peserta, terdiri dari 8.000 teknisi listrik dan 1.500 retailer. Peserta mendapatkan akses pembelajaran digital, webinar, serta materi mengenai keselamatan instalasi dan penggunaan perangkat proteksi listrik.
Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan listrik dan risiko keselamatan instalasi. PT PLN (Persero) mencatat penjualan listrik mencapai 162,26 terawatt hour (TWh) pada semester I 2026, tumbuh 4,26% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta mencatat 741 dari total 1.467 kebakaran selama JanuariSeptember 2026 diduga berkaitan dengan faktor listrik.
Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Ditjen Gatrik Kementerian ESDM, Eri Nurcahyanto, mengatakan kolaborasi pemerintah dan industri diperlukan untuk memperluas akses peningkatan kompetensi teknisi sekaligus memperkuat penerapan standar keselamatan.
Dukungan Ditjen Gatrik mencakup pelaksanaan sertifikasi kompetensi hingga Level 3 untuk bidang pemeliharaan instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah. Sertifikasi diberikan kepada peserta yang memenuhi persyaratan dan dinyatakan kompeten melalui uji kompetensi sesuai mekanisme yang berlaku.
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, mengatakan Electrician Academy dirancang untuk membantu tenaga teknik memperkuat keterampilan praktis sekaligus memperoleh pengakuan profesional melalui sertifikasi yang relevan.
Program yang berjalan sejak Juli 2026 ini melanjutkan kampanye Gerakan Listrik Aman. Pada 2025, kampanye tersebut menjangkau lebih dari 7.800 instalatur di 10 wilayah dan memperoleh rekor MURI untuk pelatihan instalatur listrik dengan peserta terbanyak.
Peserta Electrician Academy ditargetkan menyelesaikan seluruh modul pembelajaran paling lambat Maret 2027. Melalui program ini, Schneider Electric berharap peningkatan kompetensi tenaga teknik dapat berjalan beriringan dengan upaya memperkuat keselamatan penggunaan listrik di Indonesia. (mas)