telkomsel halo

Schneider Electric integrasikan teknologi industri ke kurikulum UGM

07:55:00 | 27 Sep 2026
Schneider Electric integrasikan teknologi industri ke kurikulum UGM
JAKARTA (IndoTelko) Schneider Electric memperluas kolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperkuat kesiapan talenta menghadapi kebutuhan industri yang semakin terdigitalisasi dan berkelanjutan.

Kemitraan strategis tersebut mencakup pengembangan talenta, penyelarasan pembelajaran dengan kebutuhan industri, penyediaan fasilitas teknologi, hingga peningkatan pengalaman mahasiswa melalui paparan langsung terhadap penerapan teknologi di dunia kerja.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 18 September 2026 yang melibatkan Fakultas Teknik dan Sekolah Vokasi UGM.

Melalui kemitraan tersebut, kedua pihak akan mengembangkan jalur talenta melalui program magang. Schneider Electric juga akan membantu mengintegrasikan EcoStruxure Automation Expert (EAE) ke dalam proses pembelajaran di UGM.

EAE merupakan solusi otomasi berbasis perangkat lunak terbuka yang dirancang untuk mendukung sistem kontrol digital pada proses industri.

Peralatan untuk Laboratorium

Selain penguatan kurikulum, Schneider Electric memberikan technology grant berupa sejumlah perangkat switchgear dan peralatan pendukung untuk kebutuhan pembelajaran.

Peralatan tersebut mencakup panel SM6 dan PIX yang diproduksi di fasilitas Schneider Electric di Cikarang. Perangkat distribusi listrik tegangan menengah tersebut akan digunakan sebagai sarana praktik di laboratorium Fakultas Teknik dan Sekolah Vokasi UGM.

Schneider Electric juga menggelar kuliah teknis yang diikuti lebih dari 150 mahasiswa dan alumni UGM. Materi membahas teknologi switchgear serta penerapannya dalam industri.

President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, mengatakan perkembangan teknologi turut mengubah kompetensi yang dibutuhkan dunia industri.

“Melalui kolaborasi dengan UGM, kami ingin memberikan paparan industri yang lebih kuat kepada mahasiswa, sehingga mereka dapat memahami penerapan teknologi secara langsung dan membangun kompetensi yang semakin relevan dengan kebutuhan industri masa depan,” ujarnya.

Wakil Rektor UGM Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi, Arief Setiawan Budi Nugroho, mengatakan keterlibatan industri membantu mahasiswa memahami penerapan ilmu dan teknologi untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

“Kemitraan dengan Schneider Electric diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran, memperluas paparan mahasiswa dan pengajar terhadap perkembangan teknologi, sekaligus membantu menjaga relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang,” katanya.

Perluas Kolaborasi Pendidikan

Kolaborasi dengan UGM menjadi bagian dari upaya Schneider Electric membangun ekosistem talenta melalui hubungan yang lebih erat antara institusi pendidikan dan industri.

Sebelumnya, Schneider Electric telah bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam mengintegrasikan EcoStruxure Automation Expert ke kurikulum Program Studi Teknik Fisika.

Perusahaan juga berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Batam melalui Schneider Innovation Corner yang memberikan akses kepada mahasiswa terhadap sejumlah teknologi industri, termasuk Programmable Logic Controllers (PLC), motion systems, motor panels, dan simulator.

GCG BUMN
Rangkaian kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat keterkaitan antara pembelajaran akademik dan kebutuhan industri, khususnya di tengah percepatan elektrifikasi, digitalisasi, dan transformasi proses industri. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories