telkomsel halo

Telkom Gelar GoZero% Festival Inovasi pengelolaan limbah

07:41:00 | 08 Mar 2026
Telkom Gelar GoZero% Festival Inovasi pengelolaan limbah
JAKARTA (IndoTelko) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menggelar GoZero% Grand Champion Innovation Festival pada 23 Maret 2026 di Telkom Landmark Tower, Surabaya. Program ini menjadi ajang kompetisi inovasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) yang melibatkan karyawan Telkom dari berbagai regional untuk menghadirkan solusi pengelolaan limbah operasional yang inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan.

Sebelumnya, GoZero% Innovation Festival telah diselenggarakan di Telkom Regional (TREG) I hingga V yang meliputi Bandung, Makassar, Medan, Tarakan, dan Yogyakarta. Ide-ide terbaik dari masing-masing regional kemudian berkompetisi di tingkat nasional melalui GoZero% Grand Champion Innovation Festival untuk menentukan inovasi yang paling berdampak dan berpotensi diimplementasikan secara lebih luas di lingkungan TelkomGroup. Program ini menjadi wadah lahirnya berbagai inovasi berbasis prinsip ESG yang mendukung transformasi berkelanjutan perusahaan, sejalan dengan pilar ESG Telkom yakni Save Our Planet dan Empower Our People.

Pengelolaan sampah dan limbah operasional menjadi tantangan yang semakin mendapat perhatian banyak perusahaan. Kabel, perangkat elektronik, hingga sampah kantor kerap menumpuk tanpa pemanfaatan optimal, padahal memiliki potensi untuk diolah menjadi solusi berkelanjutan. Melalui GoZero% Innovation Festival, Telkom mendorong lahirnya pendekatan yang lebih sistematis dan inovatif dalam mengoptimalkan pengelolaan limbah tersebut.

Direktur Digital Collaboration for Sustainability (DCS) Telkom, Dr. Runik Machfiroh, menilai program GoZero% penting dalam mendorong komitmen keberlanjutan perusahaan melalui keterlibatan karyawan. “Program ini tidak hanya meningkatkan awareness, tetapi juga mendorong tindakan nyata dari karyawan terhadap isu keberlanjutan,” ujarnya.

Rangkaian GoZero% Grand Champion Innovation Festival berlangsung selama dua hari. Hari pertama menjadi ajang presentasi inovasi dari para finalis, sementara hari kedua diisi dengan kegiatan GoZero% Eco-Deep Dive di PLTSA Benowo sebagai bagian dari proses validasi. Sebanyak lima finalis memaparkan inovasinya, yakni MyCarbon (TREG I), Ecoquest (TREG II), Forec (TREG III), Restylecle Transforming Uniforms Sustainability (TREG IV), dan Clean Ocean IoT CLEOO (TREG V). Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan aspek relevansi terhadap ESG, potensi implementasi, dampak, keberlanjutan, serta nilai inovasi.

Dari proses penilaian tersebut, Forec (TREG III) terpilih sebagai juara melalui inovasi pengolahan limbah kabel menjadi material konstruksi dan paving. Inovasi ini dinilai mampu mengurangi timbulan limbah sekaligus membuka potensi nilai ekonomi baru karena bersifat aplikatif dan dapat diimplementasikan secara nyata.

Memasuki hari kedua, seluruh peserta mengikuti GoZero% Eco-Deep Dive untuk memperdalam praktik pengelolaan limbah yang sejalan dengan program Waste to Energy (WTE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dikelola oleh BPI Danantara dan menjadi prioritas nasional. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan Telkom terhadap agenda keberlanjutan dan transisi energi nasional.

VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menegaskan pentingnya pembelajaran berkelanjutan dari kegiatan ini. “Salah satu objective dari Eco-Deep Dive ini adalah agar ilmu dan pembelajaran yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi dapat dibawa kembali dan diimplementasikan di masing-masing regional,” ujarnya.

Pembelajaran tersebut dilakukan melalui kunjungan langsung ke PLTSA Benowo yang dikelola oleh PT Sumber Organik (PTSO). Fasilitas ini memproses sekitar 1.600 ton sampah per hari, atau hampir 70% timbulan sampah Kota Surabaya. Dalam operasionalnya, PLTSA Benowo menggunakan teknologi Fermentasi Gas (Landfill Gas Power Plant) berkapasitas 1,652 MW serta Thermochemical (Gasification Power Plant) berkapasitas 9 MW, sehingga total menghasilkan 11 MW listrik.

Energi tersebut setara dengan kebutuhan sekitar 11.000 rumah tangga dan disalurkan ke jaringan listrik nasional yang dikelola oleh PLN.

Manager Operasional PLTSA Benowo, M. Ali Asyar, menjelaskan bahwa sampah yang dikelola di fasilitas tersebut dapat diolah menjadi air layak pakai, energi listrik, hingga kompos. “Karakteristik sampah rumah tangga kita justru sangat baik untuk diolah menjadi energi,” jelasnya.

GCG BUMN
Melalui inisiatif ini, Telkom menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab lingkungan, tetapi juga peluang untuk mendorong kreativitas, memberdayakan karyawan, serta menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masa depan yang lebih berkelanjutan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Ramadan 2026
More Stories