telkomsel halo

Gen Z hadapi tekanan karier dan mental

06:07:00 | 26 Feb 2026
Gen Z hadapi tekanan karier dan mental
JAKARTA (IndoTelko) Generasi Z di Indonesia menghadapi tantangan ganda dalam fase produktifnya, mulai dari ketatnya persaingan kerja hingga tekanan kesehatan mental. Temuan ini terungkap dalam survei yang dilakukan oleh Jakpat terhadap 1.158 responden berusia 1728 tahun.

Prioritas Karier: Gaji hingga Work-Life Balance

Dalam memilih pekerjaan, 71% responden menempatkan gaji dan kompensasi sebagai faktor utama. Namun, pertimbangan non-finansial juga memiliki bobot signifikan, seperti lingkungan kerja yang suportif (57%), peluang pengembangan karier jangka panjang (55%), serta keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi (50%).

Head of Research Jakpat, Aska Primardi, menilai Gen Z saat ini berada dalam situasi yang tidak mudah. Menurutnya, meski ekonomi nasional tumbuh, ekspansi lebih banyak terjadi di sektor padat modal berbasis teknologi dan otomatisasi, sehingga tidak optimal dalam menyerap tenaga kerja baru.

Sebanyak 63% responden menyebut kompetisi kerja sebagai tantangan terbesar. Kondisi ini mendorong sebagian Gen Z masuk ke ekosistem gig economy, yakni pekerjaan berbasis proyek atau kontrak jangka pendek melalui platform digital. Pola ini menuntut mereka mengelola pendapatan yang fluktuatif serta perlindungan sosial secara mandiri.

Tekanan Mental dan Kesadaran Profesional

Di sisi lain, tekanan ekonomi dan ekspektasi sosial berdampak pada kesehatan mental. Survei mencatat hampir separuh responden yang mengalami gangguan mental memilih mencari bantuan profesional, seperti konseling atau terapi.

Pemicu utama gangguan mental adalah kekhawatiran terhadap masa depan (60%), tekanan finansial (57%), tuntutan sosial (42%), serta rasa tidak berdaya (36%). Bentuk gangguan yang paling sering dialami meliputi perubahan suasana hati (62%), gangguan tidur (50%), kecemasan berlebih (38%), dan kesulitan mengelola emosi (38%).

Aska menyimpulkan bahwa meski rentan secara ekonomi formal, Gen Z menunjukkan tingkat kesadaran emosional yang lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Mereka dinilai lebih terbuka mengakui kerentanan serta proaktif mencari dukungan profesional.

GCG BUMN
Temuan ini menggambarkan perlunya pendekatan kebijakan dan strategi bisnis yang lebih adaptif dalam merespons karakter serta kebutuhan generasi muda, baik dari sisi ketenagakerjaan maupun dukungan kesehatan mental. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Ramadan 2026
More Stories