JAKARTA (IndoTelko) Grab Indonesia kembali mengalokasikan Rp8,5 miliar melalui program GrabScholar 2025 kepada 2.316 siswa dan mahasiswa dari jenjang SD hingga perguruan tinggi. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi investasi jangka panjang perusahaan dalam membangun human capital di dalam ekosistemnya.
Sejak diluncurkan pada 2022, GrabScholar telah menjangkau lebih dari 5.700 penerima manfaat yang mencakup Mitra Grab, keluarga mitra, dan masyarakat umum. Tahun 2025 menjadi periode dengan cakupan terbesar, menandai peningkatan skala sekaligus konsistensi program sebagai pilar tanggung jawab sosial berbasis keberlanjutan.
Program ini tidak hanya diposisikan sebagai bantuan pendidikan, tetapi juga sebagai instrumen penguatan loyalitas mitra dan pembangunan ekosistem digital yang lebih inklusif. Antusiasme tinggi terlihat dari lebih dari 56 ribu pendaftar pada 2025, mencerminkan besarnya kebutuhan sekaligus tingginya daya tarik program.
Selain dana pendidikan, GrabScholar menyediakan pendampingan belajar, dukungan biaya akomodasi, serta fasilitas laptop bagi mahasiswa. Pendekatan komprehensif ini memperluas dampak program dari sekadar subsidi biaya menjadi penguatan kapasitas penerima manfaat.
Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyebut pendidikan sebagai investasi strategis yang akan menentukan daya saing bangsa sekaligus keberlanjutan industri digital. Menurutnya, pengembangan generasi muda akan memperkuat fondasi ekonomi digital nasional dalam jangka panjang.
Dalam implementasi, Grab menggandeng BenihBaik.com sebagai mitra penyaluran dana guna memastikan proses seleksi dan distribusi berjalan transparan serta akuntabel. Model kolaborasi ini mencerminkan pendekatan tata kelola yang semakin menjadi tuntutan dalam program CSR berskala besar.
Pendiri BenihBaik.com, Andy F. Noya, menilai sinergi lintas sektor memperluas dampak sosial dan memperkuat kepercayaan publik terhadap program pendidikan berbasis korporasi.
Salah satu penerima GrabScholar, Arsyi Falahi Ummi—Mitra Pengemudi Perempuan Grab yang kini menempuh Diploma Desain Grafis di Universitas Brawijaya—menyatakan bantuan biaya kuliah, akomodasi, dan laptop membantunya melanjutkan pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
Melalui GrabScholar, Grab tidak hanya menjalankan program filantropi, tetapi juga membangun strategi keberlanjutan yang menyasar penguatan sumber daya manusia di dalam ekosistemnya. Investasi pendidikan ini diposisikan sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang—baik bagi mitra, masyarakat, maupun perkembangan ekonomi digital Indonesia. (mas)