Grab & OVO dorong Program MBG swasta berbasis teknologi

06:08:00 | 12 Feb 2026
Grab & OVO dorong Program MBG swasta berbasis teknologi
JAKARTA (IndoTelko) - Grab dan OVO menghadirkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Swasta sebagai bentuk kontribusi sektor swasta dalam mendukung program strategis nasional Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan pemerintah. Inisiatif ini dijalankan melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk mendorong peran aktif dunia usaha dalam pembangunan sumber daya manusia.

Program MBG Swasta sepenuhnya didanai oleh CSR GrabOVO bersama mitra swasta non-profit, serta dirancang sebagai pelengkap pelaksanaan MBG oleh pemerintah. Fokus utama program ini mencakup keamanan pangan, tata kelola yang transparan, serta penciptaan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam implementasinya, GrabOVO menggandeng berbagai organisasi dan yayasan, di antaranya PP Muhammadiyah, Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU), Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB), Yayasan Benih Baik, Artha Graha Peduli Group, Yayasan Astra, GK Foundation, dan sejumlah mitra lainnya. Program ini juga telah mendapat perhatian dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN), kementerian terkait, serta sejumlah kepala daerah.

Sebagai upaya memastikan kualitas dan keamanan pangan, Grab dan OVO menghadirkan Command Center MBG, pusat pemantauan berbasis teknologi yang memungkinkan pengawasan proses penyediaan makanan secara real-time. Melalui sistem ini, alur distribusi dipantau mulai dari dapur mitra UMKM hingga makanan diterima oleh sekolah, sehingga potensi risiko dapat diidentifikasi dan ditangani lebih cepat.

Pemanfaatan teknologi dinilai menjadi faktor kunci, mengingat pengawasan manual memiliki keterbatasan dalam memantau dinamika operasional di lapangan. Dengan mengandalkan ekosistem digital GrabOVO, termasuk sistem monitoring terpusat, audit fisik, serta pelaporan digital, program ini menerapkan standar keamanan dan tata kelola pangan yang lebih konsisten.

Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy, menyatakan bahwa keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG Swasta. Menurutnya, pemanfaatan teknologi memungkinkan proses distribusi makanan berjalan lebih aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus memastikan manfaat nyata bagi tumbuh kembang anak-anak penerima program.

Seluruh proses MBG Swasta terdokumentasi secara digital, mulai dari kesiapan mitra UMKM, proses pengiriman, hingga umpan balik dari sekolah. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat akuntabilitas, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas melalui pendampingan dan edukasi berkelanjutan bagi mitra UMKM.

Ketua Umum Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB), Rizal Sutono, menilai model kolaborasi berbasis teknologi ini sebagai praktik baik dalam pengelolaan program sosial. Ia menilai pendekatan tersebut memungkinkan program dijalankan secara lebih terukur, terutama dalam menjaga standar keamanan pangan bagi anak-anak.

Selain memberikan manfaat langsung bagi siswa dan guru, MBG Swasta juga melibatkan UMKM lokal sebagai bagian dari rantai pasok. Melalui pendampingan berbasis teknologi, UMKM didorong untuk meningkatkan standar kebersihan dan operasional, sekaligus memperkuat kapasitas usaha mereka secara berkelanjutan.

Sejak diluncurkan pada September 2024, program MBG Swasta telah menjangkau lebih dari 30 sekolah, termasuk sekolah khusus, dengan total lebih dari 4.500 penerima manfaat. Program ini melibatkan lebih dari 20 mitra UMKM dan kantin sekolah di 11 kota dan kabupaten. Ke depan, Grab, OVO, dan YIPB berkomitmen untuk terus menyempurnakan pendekatan berbasis teknologi guna menjaga kualitas dan keamanan pangan secara konsisten. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait