AI Alliance resmi perluas jaringan ke Indonesia

08:39:00 | 10 Feb 2026
AI Alliance resmi perluas jaringan ke Indonesia
JAKARTA (IndoTelko) - Konsorsium nirlaba global AI Alliance resmi memperluas jaringannya ke Indonesia sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang terbuka, bertanggung jawab, dan inklusif di kawasan Asia Pasifik. AI Alliance yang didirikan oleh IBM dan Meta saat ini telah hadir di 29 negara dengan 195 organisasi anggota.

Ekspansi ke Indonesia melengkapi kehadiran regional AI Alliance di sejumlah negara APAC seperti Jepang, India, dan Thailand. Langkah ini sejalan dengan potensi besar AI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. AI diperkirakan dapat menyumbang hingga USD 366 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2030.

Meski adopsi AI di Indonesia terus meningkat, tantangan masih membayangi. Studi terbaru IBM menunjukkan mayoritas perusahaan di Indonesia telah mengimplementasikan agen AI dan berencana memperluas penggunaannya. Namun, hanya sebagian kecil yang merasakan tingkat pengembalian investasi sesuai harapan. Selain itu, keterbatasan talenta digital, kesiapan infrastruktur, serta isu tata kelola data, keamanan, dan etika AI masih menjadi perhatian utama.

Kehadiran AI Alliance di Indonesia ditujukan untuk menjawab tantangan tersebut melalui pengembangan solusi AI berbasis open-source. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas akses teknologi AI, meningkatkan kolaborasi lintas sektor, serta memberdayakan pelaku usaha, pengembang, akademisi, dan komunitas lokal.

Universitas Ciputra tercatat sebagai anggota pertama AI Alliance di Indonesia, sementara sejumlah institusi lain tengah dalam proses pengajuan keanggotaan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan talenta dan kurikulum AI di dalam negeri.

Sekretaris Dewan Eksekutif Universitas Ciputra, Prof. Dr. Ir. Denny Bernardus, menyampaikan bahwa partisipasi kampus dalam AI Alliance membuka peluang kolaborasi global, khususnya dalam penguatan keterampilan AI berbasis kurikulum terbuka. Inisiatif ini dinilai selaras dengan upaya menyiapkan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing dan berkontribusi dalam ekosistem AI global.

IBM dan Meta menegaskan komitmennya untuk mendorong adopsi AI yang aman dan bertanggung jawab di Indonesia. Indonesia dinilai sebagai salah satu kekuatan ekonomi digital utama di Asia Tenggara dengan potensi besar untuk mengembangkan ekosistem AI yang inklusif dan berkelanjutan.

AI Alliance menekankan bahwa pengembangan AI berbasis keterbukaan menjadi fondasi penting untuk menjaga kedaulatan teknologi sekaligus memastikan manfaat AI dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat dan dunia usaha di Indonesia. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait