Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

Memanfaatkan biometrika untuk kehidupan

08:00:10 | 26 Jul 2016
Memanfaatkan biometrika untuk kehidupan
Ilustrasi (dok)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) - Biometrika kini menjadi semakin populer di pasar komersial, namun sesungguhnya telah lama digunakan oleh pemerintahan di seluruh dunia, tidak hanya untuk menurunkan risiko keamanan dan memitigasi penipuan, tetapi juga untuk meningkatkan penyampaian barang dan jasa kepada masyarakat.

“Fokus terhadap identifikasi personal yang kuat merupakan cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Baik pengaplikasian biometrika di wilayah perbatasan maupun untuk pencairan dana, mengetahui identitas orang yang memperoleh akses masuk ke suatu negara, layanan atau pun hak istimewa adalah pusat dari setiap solusi otentikasi pemerintah yang viabel, dan biometrika merupakan kuncinya,” ungkap Director of Biometric Applications HID Global APAC Sujan Parthasaradhi, dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Dijelaskannya, pemerintah memiliki kepentingan untuk mengetahui kepada siapa saja kartu identitas diterbitkan, misalnya SIM atau paspor, dan pemerintah pun semakin beralih ke biometrika sebagai jawabannya. (Baca: eKTP di Indonesia)

Sebuah sistem manajemen identitas biometrik (biometrics identity management system/BIMS), yang diluncurkan oleh United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), telah membantu untuk mengidentifikasi dan memperbarui data dari hampir 110.000 pengungsi yang terdaftar dan tidak terdaftar di sembilan kamp perbatasan Thailand dalam waktu lima bulan. Alhasil, saat ini terdapat suatu gambaran umum statistik yang komprehensif dari populasi pengungsi Myanmar di Thailand.

Besarnya skala program sektor publik menghadirkan tantangan-tantangan unik bagi solusi otentikasi yang dipilih. Sebagai contoh, program KTP nasional di India (UID) berusaha untuk memberikan kredensial biometrik yang unik bagi lebih dari satu miliar orang. Solusi otentikasi identitas warga yang dipilih harus sangat akurat dan aman karena solusi tersebut digunakan oleh suatu populasi yang besar dan beragam. Selain itu, kredensial tersebut harus unik, sulit untuk ditiru, namun mudah digunakan untuk memfasilitasi transaksi-transaksi yang nyaman sambil melindungi warga dari penipuan identitas.

Ruang lingkup proyek-proyek pemerintah dapat memperbesar suatu tingkat kesalahan kecil menjadi angka-angka yang signifikan yang menjadikan keandalan teknologi biometrik sebagai suatu faktor penting, terutama di lingkungan-lingkungan tanpa pengawasan.

Sebagai salah satu negara tujuan pengungsi perkotaan terbesar di Asia, Malaysia selama ini terus-menerus berjuang melawan penipuan identitas dan penggunaan dokumentasi palsu. Untuk mengatasi masalah tersebut, UNHCR telah menerbitkan kartu identitas biometrik baru dengan fitur keamanan yang ditingkatkan bagi para pengungsi di
Malaysia, termasuk pemindaian retina, sidik jari dan wajah. Kartu baru tersebut memungkinkan pihak penegak hukum untuk memverifikasi otentikasinya dengan mudah hanya dengan memindai kode SQR pada sebuah aplikasi mobile.

Teknologi pencitraan multispektral secara khusus dikembangkan untuk mengatasi permasalahan pengambilan data sidik jari yang selama ini dialami sensor-sensor sidik jari konvensional, seperti kartu identitas palsu yang diduplikat.

Berdasarkan penggunaan beberapa spektrum cahaya dan teknik polarisasi canggih, teknologi HID Global Lumidigm membaca karakteristik sidik jari yang unik, baik dari permukaan dan bawah permukaan kulit. Pengumpulan data bawah permukaan ini penting karena tepian sidik jari yang terlihat di permukaan jari ini memiliki dasar yang terletak di bawah permukaan kulit, di bantalan kapiler dan struktur subdermis lainnya.

Tidak seperti karakteristik sidik jari permukaan, yang dapat dikaburkan selama pencitraan oleh kelembaban, kotoran atau keausan, “sidik jari dalam” tidak terusik dan tidak berubah di bawah permukaan.

Ketika informasi sidik jari permukaan dikombinasikan dengan informasi sidik jari bawah permukaan dan disusun kembali dengan cara yang cerdas dan terintegrasi, hasilnya akan lebih konsisten, inklusif dan tahan perusakan.

Pencairan Dana
Pemerintah di seluruh dunia memberikan dana manfaat langsung kepada warga, seperti dana pendidikan, kesehatan, program pensiun, kepegawaian, jatah makanan dan inklusi keuangan. Bagaimana para administrator program dapat merasa yakin bahwa barang dan jasa ini sampai kepada penerima yang tepat?

Berapa persentase barang yang sedang dialihkan untuk memperkaya para pejabat yang korup? Apakah dana pensiun dibayarkan setelah kematian penerima yang dimaksud? Para administrator harus dapat mengetahui siapa yang menerima barang dan jasa tersebut, dan hanya biometrika yang dapat memverifikasi identitas penerima dengan kepastian.

Di India, beberapa program kesejahteraan sosial terbesar mengalami kegagalan karena banyak penerima manfaat yang tidak memenuhi syarat menerima pembayaran, serta para pejabat korup mengambil bagian atau menunda pembayaran yang dimaksudkan bagi warga yang membutuhkan.

Melalui penggabungan sistem identifikasi biometrik negara, yang saat ini mencakup 19 juta penduduk desa, dengan National Rural Employment Guarantee Scheme senilai US$ 5 miliar, korupsi dan ketidakakuratan sangat berkurang dan dana-dana manfaat tersebut kini dapat mencapai para penerima yang dimaksud dengan lebih cepat.
Mengelola Perbatasan  

Kasus penggunaan biometrik di wilayah-wilayah perbatasan internasional telah sangat teruji. Namun, beberapa perbatasan begitu sibuk, sehingga seakan-akan mengecek setiap orang yang lewat dengan tepat, namun cepat merupakan prioritas yang saling bersaing. Pihak imigrasi Hong Kong memecahkan masalah tersebut dengan menerapkan biometrik sidik jari multispektral. Teknologi itu secara andal mengotentikasi 250.000-400.000 pengunjung setiap hari, dan di saat yang sama mengurangi kelambatan pemrosesan yang panjang dan mencegah serangan penipuan. Hal ini merupakan prestasi yang luar biasa yang kemudian diadopsi di sektor-sektor lain.

Paket Semangat Kemerdekaan
Di Thailand, polisi menerapkan pengenalan wajah di seluruh pos pemeriksaan perbatasan. Penerapan teknologi tersebut tidak hanya akan mempercepat proses penyaringan imigrasi, tetapi juga mencegah kejahatan transnasional.

Kondisi operasional dan siklus tugas yang berat yang dikerjakan oleh banyak aplikasi perbatasan elektronik menuntut suatu sensor yang tangguh, tahan lama, dan tahan perusakan. Perangkat dan software yang dipilih harus mampu mengumpulkan gambar yang dapat digunakan secara sukses dalam berbagai macam kondisi lingkungan dan manusia.

“Identitas merupakan isu sosial dan politik yang abadi. Dengan mengikat suatu kewenangan dan hak istimewa untuk individu tertentu, biometrika memungkinkan suatu fokus baru terhadap perlindungan identitas, kewenangan, hak istimewa dan privasi. Kita semua hanya memiliki satu identitas yang benar, dan identitas ini harus dilindungi dengan cara yang bijaksana, seimbang dan efisien. Dengan biometrika, pemerintah dapat memastikan siapa saja yang mengklaim kewenangan dan hak-hak istimewa yang ada,” katanya.(wn)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year