JAKARTA (IndoTelko) PT Asuransi Jiwa Sequis Life melatih 60 perempuan pelaku usaha melalui program Sequis SHEPRENEUR Learning Series sebagai upaya meningkatkan kapasitas bisnis dan literasi keuangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program yang berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus 2026 itu diikuti peserta dari kategori Mompreneur, Sispreneur, dan Youthpreneur. Para peserta memperoleh pelatihan mengenai pengelolaan bisnis, personal branding, strategi digital, hingga perencanaan keuangan.
Sequis menilai penguatan kapasitas wirausaha perempuan penting mengingat lebih dari 64% UMKM di Indonesia dikelola atau dimiliki perempuan, berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Kementerian Koperasi dan UKM. Meski demikian, pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan, mulai dari pencatatan transaksi, pengelolaan arus kas, hingga pemisahan keuangan pribadi dan usaha.
Chief of Human Resources & Corporate Services Sequis Life Agustina Samara mengatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan pelaku usaha sekaligus membangun fondasi keuangan yang lebih sehat.
“Melalui program ini, kami ingin mendampingi wirausaha perempuan agar memiliki kemampuan dan pengetahuan yang lebih kuat dalam mengembangkan usaha yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pada sesi perdana bertajuk Check Your Business Health, praktisi pengembangan usaha Lishia Erza Budiman menekankan bahwa kesehatan bisnis tidak hanya diukur dari besarnya omzet, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha memahami kondisi keuangan dan aset usahanya.
Menurutnya, aset bisnis tidak hanya berupa uang atau barang, tetapi juga mencakup pelanggan, reputasi merek, keahlian, dan jaringan usaha yang mendukung pertumbuhan bisnis.
Sementara itu, Agency Development Manager Sequis Life Christle Honora Emilia Monaliza mengingatkan pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan usaha, menjaga arus kas, menyiapkan dana darurat, serta memiliki perlindungan finansial untuk mendukung keberlanjutan bisnis.
“Bisnis yang berkelanjutan membutuhkan fondasi keuangan yang kuat agar pelaku usaha dapat mengambil keputusan secara lebih bijak dan menghadapi berbagai risiko di masa depan,” katanya.
Selain literasi keuangan, peserta juga akan mendapatkan pembekalan mengenai ekonomi kreator, perlindungan data, pemasaran digital, manajemen risiko keuangan, serta pengembangan jejaring bisnis sebagai bagian dari rangkaian program tersebut. (mas)