JAKARTA (IndoTelko) - Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli (YAP) terus memperkuat upaya membangun masyarakat yang tangguh terhadap risiko bencana melalui program edukasi mitigasi dan kesiapsiagaan sejak usia dini. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial di bidang lingkungan dan kebencanaan.
Mengisi masa liburan sekolah, Allianz menggelar program “Liburan Seru ke Damkar” di Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Cipete, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar interaktif bagi anak-anak dan keluarga mengenai pencegahan kebakaran, keselamatan, serta langkah-langkah menghadapi situasi darurat.
Program tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian edukasi kesiapsiagaan bencana yang sebelumnya mengangkat tema mitigasi banjir. Tahun ini, Allianz memilih fokus pada mitigasi kebakaran sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap risiko yang dapat muncul di lingkungan sehari-hari.
Sebanyak 124 anak berusia 6 hingga 12 tahun bersama 91 orang tua dari wilayah RPTRA Bango Krukut Pola, RPTRA Pinang Pola, dan RPTRA Pola Idaman, Kecamatan Cilandak, mengikuti kegiatan tersebut. Keterlibatan orang tua menjadi bagian penting untuk memperkuat peran keluarga dalam membangun budaya sadar risiko di lingkungan rumah.
Dalam sesi edukasi, peserta diperkenalkan pada tugas dan peran petugas pemadam kebakaran, mulai dari upaya pencegahan hingga penanganan kondisi darurat. Anak-anak juga diajak mengenali berbagai potensi penyebab kebakaran, seperti penggunaan instalasi listrik yang tidak aman, bermain dengan api, maupun kelalaian dalam menggunakan peralatan rumah tangga.
Ketua Yayasan Allianz Peduli, Ni Made Daryanti, mengatakan kesiapsiagaan terhadap bencana perlu ditanamkan sejak usia dini agar masyarakat memiliki kemampuan mengenali risiko, melakukan pencegahan, dan mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Menurutnya, pelibatan anak dan orang tua dalam kegiatan edukasi diharapkan dapat memperkuat budaya siaga bencana di lingkungan keluarga sekaligus menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi berbagai potensi risiko di masa mendatang.
Selain materi edukasi, peserta juga menyaksikan simulasi penanganan kebakaran yang diperagakan petugas Damkar. Simulasi tersebut memperlihatkan proses penanganan mulai dari penerimaan laporan, mobilisasi personel dan armada, penggunaan perlengkapan keselamatan, hingga proses pemadaman api.
Petugas turut memperkenalkan berbagai tugas penyelamatan lainnya, seperti evakuasi korban, penyelamatan hewan, hingga dukungan dalam penanganan bencana banjir. Sesi ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya koordinasi berbagai pihak dalam mengurangi risiko dan dampak bencana.
Sebagai bagian dari praktik langsung, para orang tua mendapat kesempatan mencoba teknik memadamkan api menggunakan karung goni maupun Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan pendampingan petugas. Sementara itu, anak-anak diperkenalkan dengan armada pemadam kebakaran beserta berbagai perlengkapan operasionalnya.
Melalui program “Liburan Seru ke Damkar”, Allianz Indonesia berharap semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya mitigasi risiko serta kesiapsiagaan menghadapi bencana. Perusahaan menilai budaya sadar risiko yang dibangun sejak dini akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai situasi darurat. (mas)