telkomsel halo

Tonggak baru bedah saraf, Primaya Hospital lakukan SNM perdana di Indonesia

05:57:00 | 20 Jul 2026
Tonggak baru bedah saraf, Primaya Hospital lakukan SNM perdana di Indonesia
JAKARTA (IndoTelko) - Primaya Hospital Bekasi Timur mencatatkan tonggak baru dalam layanan bedah saraf nasional setelah berhasil melakukan tindakan Sacral Neuromodulation (SNM) pertama di Indonesia. Keberhasilan tersebut membuka akses masyarakat terhadap terapi neuromodulasi berstandar internasional yang sebelumnya hanya tersedia di luar negeri.

Tindakan yang dilakukan pada Februari 2026 itu dipimpin oleh Dokter Spesialis Bedah Saraf Primaya Hospital Bekasi Timur, dr. Muhamad Aulia Rahman, Sp.BS-FTB, FINSS, bersama tim medis. Atas pencapaian tersebut, perusahaan teknologi neuromodulasi asal Beijing, PINS Medical, memberikan penghargaan kepada tim dokter Primaya Hospital.

Sacral Neuromodulation merupakan terapi yang bekerja dengan memberikan stimulasi pada saraf sakral untuk membantu memulihkan fungsi kandung kemih, usus, dan organ panggul yang terganggu akibat kerusakan saraf. Berbeda dengan terapi konvensional yang umumnya hanya meredakan gejala, SNM menargetkan langsung sumber gangguan pada sistem saraf.

dr. Muhamad Aulia Rahman menjelaskan bahwa banyak pasien tidak menyadari gangguan berkemih yang dialami sebenarnya disebabkan oleh kerusakan saraf.

“Ibarat mengganti lampu, masalahnya bukan pada lampunya, melainkan aliran listriknya. Begitu pula pada pasien dengan gangguan berkemih. Permasalahan utamanya ada pada saraf yang mengendalikan fungsi kandung kemih. Melalui Sacral Neuromodulation, kami memberikan stimulasi langsung agar fungsi organ dapat kembali bekerja secara optimal,” ujarnya.

Menurutnya, prosedur minimal invasif tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit hingga satu jam. Kehadiran teknologi ini diharapkan menjadi solusi bagi pasien yang selama ini harus mencari pengobatan ke luar negeri.

“Kami berharap layanan ini menjadi awal berkembangnya terapi neuromodulasi di Indonesia sehingga semakin banyak pasien dapat memperoleh penanganan yang sama tanpa harus meninggalkan tanah air,” katanya.

Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat layanan Brain & Neuro Center of Excellence milik Primaya Hospital yang terus mengembangkan inovasi dalam penanganan penyakit otak dan sistem saraf.

Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. dr. Meizar Rizaldi, M.Ked.Klin., MM., MBA., FISQua, mengatakan pencapaian tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional yang lebih mudah diakses masyarakat.

“Keberhasilan melakukan tindakan SNM pertama di Indonesia menjadi bukti nyata pengembangan layanan Brain & Neuro sebagai salah satu Center of Excellence Primaya Hospital. Kami ingin memastikan masyarakat Indonesia dapat memperoleh teknologi medis terkini tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri,” ujarnya.

Ia menambahkan, Primaya Hospital akan terus menghadirkan inovasi layanan kesehatan yang didukung tenaga medis berkompetensi tinggi serta standar pelayanan internasional guna meningkatkan kualitas hidup pasien.

Salah satu pasien yang telah menjalani tindakan tersebut, Ratna Ira Andriyanti (40), mengaku mengalami perubahan signifikan setelah sebelumnya bertahun-tahun menghadapi gangguan berkemih akibat cedera saraf pascakecelakaan.

“Setelah menjalani tindakan SNM, kondisi saya jauh lebih baik. Kini saya bisa kembali beraktivitas dengan lebih percaya diri dan merasa mendapatkan kembali kualitas hidup saya,” tuturnya.

GCG BUMN
Melalui layanan ini, Primaya Hospital berharap semakin banyak pasien dengan gangguan fungsi berkemih akibat kerusakan saraf dapat memperoleh terapi modern di dalam negeri tanpa harus menjalani pengobatan ke luar negeri. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories