telkomsel halo

Menaker: AI ubah dunia kerja, SDM harus adaptif

07:17:00 | 12 Jul 2026
Menaker: AI ubah dunia kerja, SDM harus adaptif
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli
JAKARTA (IndoTelko) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan perkembangan kecerdasan artifisial (AI), transformasi digital, dan perubahan industri telah membentuk lanskap baru dunia kerja sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif, kompeten, dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan kemajuan teknologi tidak menghilangkan profesi, melainkan mengubah cara pekerjaan dilakukan. Menurutnya, tantangan ketenagakerjaan saat ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga memastikan angkatan kerja memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia usaha maupun industri.

Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli saat memberikan kuliah umum bertema “Menyiapkan SDM Unggul Masa Depan” di Universitas Sumatera Utara (USU).

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan terus memperkuat pelatihan vokasi melalui program upskilling dan reskilling, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan ketenagakerjaan.

Yassierli menjelaskan Kemnaker membangun ekosistem ketenagakerjaan yang mencakup seluruh siklus, mulai dari penyiapan tenaga kerja, proses memasuki dunia industri, hingga pendampingan selama perjalanan karier pekerja.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui platform SIAPkerja yang mengintegrasikan layanan pelatihan, sertifikasi kompetensi, informasi lowongan kerja, hingga program pemagangan dalam satu ekosistem digital. Selain itu, Kemnaker juga memperluas Program Pemagangan Nasional dengan target 150 ribu peserta untuk meningkatkan pengalaman kerja dan kompetensi calon tenaga kerja.

Menurut Yassierli, penguatan kompetensi menjadi semakin penting karena perkembangan AI, transformasi digital, dan ekonomi hijau (green economy) terus mengubah kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor. Kondisi itu menuntut setiap pekerja untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan agar tetap kompetitif.

Mengacu pada laporan World Economic Forum, Yassierli mengatakan transformasi teknologi akan membentuk struktur baru pasar kerja global. Meski sejumlah jenis pekerjaan diperkirakan berkurang, berbagai profesi baru akan muncul sehingga tenaga kerja dituntut memiliki keterampilan yang relevan dan kemampuan beradaptasi dengan cepat.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli juga mendorong perguruan tinggi menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri agar lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Menurutnya, pola rekrutmen perusahaan kini semakin mengutamakan keterampilan yang dapat dibuktikan dibandingkan sekadar latar belakang pendidikan formal.

Menutup paparannya, Yassierli mengajak generasi muda mulai mempersiapkan karier sejak masih menempuh pendidikan melalui pengalaman magang, pelatihan, sertifikasi kompetensi, kegiatan organisasi, dan penyusunan portofolio.

GCG BUMN
Ia menegaskan curriculum vitae (CV) seharusnya dibangun sejak awal melalui pengalaman dan pengembangan kompetensi, bukan baru disusun ketika akan melamar pekerjaan.(ak)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories