JAKARTA (IndoTelko) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjajaki kerja sama dengan GERTANUSA Foundation untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui program pelatihan vokasi, pemagangan, dan kewirausahaan guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja serta memperluas peluang kerja.
Penjajakan kerja sama tersebut mengemuka saat Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Cris Kuntadi menerima audiensi jajaran pimpinan GERTANUSA Foundation di Kantor Kemnaker, Jakarta.
Dalam pertemuan itu, GERTANUSA Foundation mengusulkan sejumlah program kolaborasi, antara lain Program Pemagangan Nasional (MagangHub), Program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), dan Pelatihan Vokasi Nasional. Yayasan tersebut juga menawarkan kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) dan BLK Komunitas untuk mengembangkan Agri Business Hub Centre, memanfaatkan fasilitas pelatihan milik GERTANUSA sebagai lokasi pelatihan, serta mengembangkan program inkubasi wirausaha yang terintegrasi dengan Talent Innovation Hub (TIH) dan program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Pemula.
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Cris Kuntadi mengatakan Kemnaker menyambut baik inisiatif GERTANUSA Foundation karena sejalan dengan upaya pemerintah memperluas kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan SDM, pelatihan vokasi, pemagangan, dan kewirausahaan.
“Perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat menuntut kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta organisasi masyarakat agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap peningkatan kompetensi,” ujarnya.
Cris menegaskan pengembangan SDM tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Karena itu, lanjutnya, Kemnaker terus membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak untuk memperluas akses masyarakat terhadap program pelatihan vokasi, pemagangan, dan pengembangan kewirausahaan.
Sebagai tindak lanjut penjajakan tersebut, Kemnaker dan GERTANUSA Foundation sepakat mempersiapkan penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai dasar penguatan kerja sama jangka panjang. Kesepakatan itu diharapkan menjadi landasan pelaksanaan berbagai program kolaboratif untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja, mengembangkan SDM, dan menciptakan wirausaha baru di Indonesia.(wn)