JAKARTA (IndoTelko) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Corporate University Lembaga Administrasi Negara (LAN) memperkuat Program Pemagangan Nasional atau MagangHub sebagai upaya meningkatkan kesiapan kerja generasi muda melalui penguatan kompetensi teknis dan keterampilan nonteknis yang dibutuhkan dunia kerja.
Langkah tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival MagangHub yang menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor industri dalam mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan MagangHub dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang terus berkembang.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam menyiapkan lulusan agar memiliki pengalaman dan keterampilan yang lebih relevan sebelum memasuki pasar kerja.
“MagangHub bertujuan membantu lulusan perguruan tinggi memperoleh kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri sehingga lebih siap menghadapi persaingan kerja,” ujarnya saat membuka Festival MagangHub di Jakarta, Kamis (11/6).
Afriansyah menilai perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah kebutuhan kompetensi tenaga kerja secara signifikan. Karena itu, proses pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran teoritis, tetapi perlu dilengkapi dengan pengalaman langsung di lingkungan kerja.
Untuk memperluas akses program pemagangan, Kemnaker menghadirkan platform MagangHub yang menghubungkan lulusan perguruan tinggi dengan perusahaan maupun instansi pemerintah yang membuka kesempatan magang.
Kerja sama dengan Corporate University LAN juga dilakukan untuk memperkuat aspek pengembangan kompetensi dan soft skills peserta sehingga memiliki bekal yang lebih lengkap saat memasuki dunia profesional.
Melalui program tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman sesuai bidang keahlian masing-masing, tetapi juga mengembangkan berbagai keterampilan yang kini menjadi kebutuhan utama dunia kerja, seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, literasi digital, kecerdasan emosional, hingga etos kerja.
Pemerintah, lanjut Afriansyah, terus melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas Program Pemagangan Nasional. Beberapa di antaranya melalui perluasan akses bagi lulusan pendidikan profesi, pemberian fasilitas sertifikasi kompetensi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan industri.
Ia berharap pemagangan dapat menjadi gerakan bersama untuk menghasilkan tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi tinggi, produktif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri di masa depan.
Sementara itu, Kepala Lembaga Administrasi Negara Muhammad Taufiq menegaskan bahwa program magang tidak hanya berfungsi sebagai sarana memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga menjadi media pembelajaran untuk membangun karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi perubahan.
Menurutnya, sinergi antara MagangHub dan Corporate University LAN merupakan langkah strategis untuk memperkuat budaya belajar berkelanjutan sekaligus memperkaya pengalaman peserta melalui berbagai program pengembangan soft skills.
“Peserta magang bukan sekadar menjalankan pekerjaan, tetapi juga belajar memahami budaya organisasi, nilai-nilai kerja, serta keterampilan yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang profesi,” katanya.
Melalui penguatan kolaborasi tersebut, Kemnaker dan LAN berharap program pemagangan dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja nasional sekaligus mempercepat terciptanya SDM yang adaptif terhadap transformasi digital dan perkembangan teknologi. (mas)