telkomsel halo

Allianz dorong pengelolaan sampah organik berbasis komunitas

06:46:00 | 13 Jun 2026
Allianz dorong pengelolaan sampah organik berbasis komunitas
JAKARTA (IndoTelko) - Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli terus memperluas implementasi program Eco Enzyme sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Memasuki tahun 2026, program tersebut tidak hanya berfokus pada edukasi pengolahan sampah organik, tetapi juga mendorong pemanfaatan hasil olahan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi.

Inisiatif yang telah berjalan sejak 2022 itu merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Allianz Indonesia pada pilar lingkungan. Program ini bertujuan membangun kesadaran serta kebiasaan pengelolaan sampah organik melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung di lingkungan masyarakat.

Tahun ini, Allianz Indonesia mengembangkan program ke tahap upscaling dengan fokus pada pemanfaatan hasil fermentasi Eco Enzyme menjadi berbagai produk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekonomi kreatif berbasis komunitas, khususnya di lingkungan sekolah.

Sebagai bagian dari implementasi program, Allianz Indonesia menggelar kegiatan upscaling Eco Enzyme di dua sekolah dasar negeri di Jakarta, yakni SDN Rawamangun 02 dan SDN Pondok Kopi 02. Melalui kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada proses pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat.

Program dimulai dengan pengumpulan sisa kulit buah dan potongan sayuran oleh kelompok kerja yang terdiri dari guru, murid, dan orang tua. Bahan-bahan tersebut kemudian difermentasi selama tiga bulan hingga menghasilkan cairan Eco Enzyme.

Hasil fermentasi dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti cairan pembersih lantai, pencuci peralatan dapur, penghilang bau, pengusir serangga alami, hingga pupuk tanaman.

Tidak hanya memanfaatkan cairannya, program ini juga mengajarkan cara mengolah ampas fermentasi yang selama ini kerap dianggap limbah. Dalam kegiatan upscaling, ampas Eco Enzyme diolah menjadi produk seperti bantal terapi dan pengharum ruangan alami.

Bantal terapi dibuat dari ampas hasil fermentasi yang dimanfaatkan sebagai media relaksasi sekaligus kompres alami. Sementara itu, pengharum ruangan dibuat dari ampas yang telah dikeringkan dan dikemas dalam kantong berbahan kain sehingga menghasilkan aroma alami.

Allianz Indonesia menilai pendekatan tersebut dapat menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik tidak harus dilakukan dengan metode yang rumit. Dengan pengetahuan yang tepat, sampah rumah tangga dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki manfaat praktis bagi masyarakat.

Program ini juga melibatkan berbagai unsur dalam lingkungan sekolah, mulai dari guru, komite sekolah, orang tua, hingga para siswa. Keterlibatan seluruh ekosistem sekolah dinilai penting untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang berkelanjutan sejak usia dini.

Melalui pendekatan tersebut, sekolah berperan sebagai tempat pembelajaran dan pembiasaan, sementara keluarga menjadi lingkungan yang mendukung penerapan praktik pengelolaan sampah di rumah.

Ketua Yayasan Allianz Peduli, Ni Made Daryanti, mengatakan pengelolaan sampah membutuhkan komitmen dan kolaborasi dari berbagai pihak agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

Menurutnya, program Eco Enzyme menjadi sarana untuk memperlihatkan bahwa sampah organik masih memiliki nilai guna ketika dikelola dengan baik. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, pendekatan tersebut juga berpotensi menciptakan nilai tambah bagi komunitas.

Program ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait pengelolaan sampah dari sumbernya, termasuk melalui regulasi yang mendorong masyarakat melakukan pemilahan dan pengolahan sampah secara mandiri.

GCG BUMN
Melalui penguatan edukasi, praktik langsung, dan pemanfaatan hasil olahan sampah, Allianz Indonesia berharap program Eco Enzyme dapat terus mendorong terciptanya budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab serta mendukung lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories