telkomsel halo

Google Cloud gaet Komdigi bangun koridor AI Asia Tenggara-Silicon Valley

07:12:00 | 08 Jun 2026
Google Cloud gaet Komdigi bangun koridor AI Asia Tenggara-Silicon Valley
JAKARTA (IndoTelko) Google Cloud memperluas kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Enterprise Singapore (EnterpriseSG), Vietnam National Innovation Center (NIC), dan Startup and Innovation Hub Ho Chi Minh City (SIHUB) untuk membangun koridor inovasi kecerdasan buatan (AI) yang menghubungkan Asia Tenggara dengan Silicon Valley.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program Google for Startups Accelerator: Southeast Asia yang ditujukan untuk membantu startup AI mengembangkan teknologi, mempercepat komersialisasi produk, serta memperluas ekspansi ke pasar global.

Program lintas negara itu diumumkan dalam ajang Google for Startups Sprint di kantor pusat Google Asia Pasifik yang mempertemukan startup, investor, serta pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta.

Head of Developer Ecosystems Asia Pacific Google Cloud, Sami Kizilbash, mengatakan program ini menyasar startup AI tahap Seed hingga Series B dari enam negara di Asia Tenggara.

“Melalui dukungan pemerintah dan mitra ekosistem di Indonesia, Singapura, dan Vietnam, startup peserta diharapkan mampu mempercepat pengembangan teknologi sekaligus memperluas penetrasi pasar internasional,” ujarnya.

Menurut Sami, kolaborasi antara sektor publik dan swasta menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai pusat pengembangan solusi AI yang terpercaya dan berdaya saing global.

Sejak diluncurkan pada 2018, Google for Startups Accelerator telah mendampingi lebih dari 200 startup tahap awal di Asia Tenggara. Program tersebut membantu startup memperoleh pendanaan lebih dari US$6,6 miliar serta menciptakan lebih dari 11 ribu lapangan kerja.

Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, mengatakan program tersebut telah mendorong lahirnya berbagai inovasi AI di Indonesia yang dimanfaatkan pada sektor pendidikan, kesehatan, hingga pertanian.

Ia menambahkan, kerja sama dengan Komdigi diharapkan membuka akses yang lebih luas bagi startup Indonesia terhadap teknologi, jejaring global, dan sumber daya untuk mengembangkan solusi digital sesuai kebutuhan masyarakat.

Pendaftaran angkatan pertama telah dibuka dengan target memilih 25 startup yang akan mengikuti program akselerasi selama tiga bulan tanpa pengambilan kepemilikan saham (equity). Program dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026.

Sebagai bagian dari program, para pendiri startup akan mengikuti residensi di California, Amerika Serikat. Mereka akan memperoleh akses ke pusat teknologi Google di Mountain View dan San Francisco, serta berinteraksi langsung dengan komunitas investor venture capital di Silicon Valley.

Selain kesempatan memperluas jaringan bisnis internasional, peserta akan memperoleh akses ke infrastruktur AI Google Cloud, kredit cloud hingga US$350 ribu, pelatihan teknologi AI terbaru, serta kesempatan menggunakan lebih awal model AI generasi terbaru dan platform agentic AI milik Google.

Program tersebut juga mencakup pendampingan teknis bersama tim engineering Google Cloud dan Google DeepMind, termasuk pelatihan agentic coding, LLMOps, hingga pengembangan sistem multi-agent.

Di samping itu, startup akan memperoleh akses ke jaringan mentor dari berbagai unit bisnis Google serta kesempatan bertemu investor, pelanggan korporasi, dan mitra strategis melalui demo day maupun startup summit di Singapura.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menilai penguatan ekosistem AI menjadi langkah penting dalam mempercepat transformasi digital nasional.

“Dukungan terhadap startup berbasis AI akan mendorong lahirnya inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan,” katanya.

GCG BUMN
Melalui koridor inovasi Asia Tenggara-Silicon Valley, Google Cloud bersama para mitra berharap dapat melahirkan lebih banyak startup AI yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital kawasan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories