telkomsel halo

Cisco satukan operasi dan keamanan TI dalam satu platform

07:38:00 | 12 Jun 2026
Cisco satukan operasi dan keamanan TI dalam satu platform
JAKARTA (IndoTelko) - Cisco memperkenalkan Cisco Cloud Control, platform terpadu yang dirancang untuk membantu organisasi mengelola sekaligus mengamankan infrastruktur teknologi informasi di era agentic AI. Solusi yang diumumkan dalam ajang Cisco Live 2026 ini menjadi fondasi bagi model operasi baru yang disebut AgenticOps.

Platform tersebut memungkinkan tim TI dan agen AI bekerja dalam satu lingkungan operasional yang sama. Melalui satu akun akses, pengguna dapat memantau jaringan, keamanan, komputasi, observability, hingga layanan kolaborasi Cisco dalam satu tampilan terintegrasi.

President dan Chief Product Officer Cisco, Jeetu Patel, mengatakan perkembangan agentic AI mengubah cara perusahaan mengelola infrastruktur digital karena agen AI kini mampu mengambil keputusan dan menjalankan tindakan secara berkelanjutan dengan kecepatan setara perangkat lunak.

Menurutnya, Cisco Cloud Control berfungsi sebagai pusat kendali yang mempertemukan manusia dan agen AI dalam satu sistem kerja yang sama, dengan manusia tetap memegang kendali atas setiap keputusan penting.

Platform ini dibangun di atas lapisan data terpadu yang menghubungkan telemetri dari berbagai domain teknologi, mulai dari jaringan, keamanan, observabilitas, hingga kolaborasi. Dengan pendekatan tersebut, manusia dan agen AI dapat bekerja menggunakan konteks operasional yang sama untuk mendukung kebutuhan bisnis seperti menjaga ketersediaan layanan, mengelola perilaku agen AI, hingga memantau efisiensi penggunaan sumber daya.

Cisco juga menyematkan berbagai model AI yang dikembangkan secara khusus, termasuk Deep Network Model yang memanfaatkan pengalaman operasional jaringan Cisco selama lebih dari empat dekade. Model tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan analisis dan pengambilan keputusan terhadap permasalahan infrastruktur yang semakin kompleks.

Selain itu, Cloud Control menghadirkan kemampuan trusted agent yang memungkinkan agen AI menjalankan siklus operasional secara otomatis, mulai dari mendeteksi gangguan, menganalisis akar masalah, melakukan tindakan perbaikan, menguji perubahan, hingga memastikan layanan kembali berjalan normal.

Untuk mendukung kolaborasi antara manusia dan AI, Cisco menghadirkan AI Canvas, ruang kerja generatif yang memungkinkan beberapa pengguna dan agen AI bekerja bersama secara real-time dalam menyelesaikan masalah operasional. Seluruh konteks dan riwayat pekerjaan tersimpan sehingga proses investigasi tidak perlu diulang ketika terjadi pergantian personel atau perubahan tugas.

Cisco juga memperkenalkan Cloud Control Studio yang memungkinkan pelanggan membangun agen AI maupun aplikasi secara mandiri menggunakan perintah berbasis bahasa alami. Platform ini mendukung integrasi dengan lebih dari 50 layanan pihak ketiga melalui konektor native maupun Model Context Protocol (MCP), termasuk layanan dari AWS, Microsoft, Google Cloud, ServiceNow, Slack, PagerDuty, hingga Wiz.

Di sisi keamanan, Cisco menilai pendekatan pertahanan konvensional tidak lagi memadai menghadapi ancaman yang berkembang sangat cepat. Karena itu perusahaan mengintegrasikan kemampuan keamanan langsung ke dalam infrastruktur melalui Cisco Cloud Control.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Live Protect, mekanisme perlindungan yang bekerja layaknya sistem kekebalan digital. Teknologi ini memungkinkan perangkat Cisco mendapatkan perlindungan terhadap kerentanan baru tanpa memerlukan reboot, upgrade perangkat lunak, maupun waktu henti untuk pemeliharaan.

Saat ini Live Protect tersedia pada switch seri Nexus 9000 dan akan diperluas ke berbagai perangkat lain dalam portofolio Cisco, termasuk switch kampus, perangkat cabang, hingga router aman dalam beberapa bulan mendatang.

Cisco juga memperluas kemampuan Hybrid Mesh Firewall yang memungkinkan perlindungan keamanan diterapkan secara konsisten di seluruh jaringan, aplikasi, serta firewall Cisco maupun perangkat keamanan pihak ketiga.

Sejalan dengan meningkatnya penggunaan agen AI, Cisco mengembangkan sejumlah solusi keamanan baru untuk melindungi interaksi antara manusia dan agen digital. Pengembangan tersebut mencakup peningkatan pada AI Defense, Zero Trust untuk agen AI, serta Agentic Security Operations Center (SOC).

Perusahaan juga menyoroti ancaman komputasi kuantum yang diperkirakan akan berdampak pada keamanan data di masa depan. Untuk itu Cisco menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk menghadirkan kemampuan komunikasi yang tahan terhadap ancaman komputasi kuantum pada sebagian besar portofolio intinya mulai akhir 2026.

Selain itu, seluruh router, switch, dan firewall generasi baru yang diperkenalkan Cisco untuk lingkungan kampus, cabang, dan pusat data akan dilengkapi teknologi secure boot yang dirancang untuk menghadapi ancaman pasca-kuantum.

Cisco turut meluncurkan Quantum Ready Assessment melalui Cisco IQ yang membantu perusahaan mengidentifikasi aset paling rentan terhadap serangan “harvest now, decrypt later”, yakni metode pengumpulan data terenkripsi untuk dibuka di masa depan ketika teknologi komputasi kuantum telah cukup kuat.

Untuk memperkuat ketahanan infrastruktur pelanggan, Cisco Services juga menghadirkan Resilient Infrastructure Services yang menggabungkan layanan asesmen risiko, modernisasi infrastruktur, dan penguatan pertahanan keamanan. Seluruh layanan tersebut terintegrasi dengan Cisco IQ yang kini juga mendukung implementasi on-premises guna memenuhi kebutuhan organisasi dengan persyaratan kedaulatan data yang ketat.

GCG BUMN
Melalui Cisco Cloud Control, perusahaan menargetkan terciptanya model operasional baru yang menggabungkan kecerdasan manusia dan kemampuan otomatisasi AI dalam satu platform terpadu untuk mengelola sekaligus melindungi infrastruktur digital perusahaan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories