telkomsel halo

Kemnaker siapkan Delegasi RI ke ILC 2026

07:41:00 | 30 May 2026
Kemnaker siapkan Delegasi RI ke ILC 2026
JAKARTA (IndoTelko) — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mematangkan persiapan delegasi tripartit Indonesia menjelang keikutsertaan pada International Labour Conference (ILC) ke-114 yang akan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada 112 Juni 2026.

Persiapan tersebut dibahas dalam pertemuan yang digelar di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (26/5/2026), dan melibatkan unsur pemerintah, serikat pekerja/serikat buruh, serta kalangan pengusaha sebagai representasi delegasi tripartit Indonesia.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI dan Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri mengatakan forum persiapan ini menjadi langkah penting untuk menyatukan pandangan seluruh unsur delegasi agar Indonesia memiliki posisi yang solid dalam pembahasan isu ketenagakerjaan global.

“Keikutsertaan delegasi Indonesia pada ILC ke-114 tidak hanya sekadar memenuhi agenda internasional, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi kepentingan nasional,” ujar Putri.

Tahun ini, ILC mengangkat tema “A Moment of Choice: Harnessing Artificial Intelligence for Decent Work” yang menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam menciptakan pekerjaan layak.

Menurut Putri, terdapat sejumlah kepentingan strategis yang dibawa Indonesia dalam forum tersebut, mulai dari perlindungan kepentingan nasional, diplomasi ketenagakerjaan internasional, menjaga stabilitas hubungan industrial, hingga kesiapan menghadapi transformasi dunia kerja akibat digitalisasi dan perkembangan AI.

“Keterlibatan aktif Indonesia dalam pembentukan standar global akan berpengaruh terhadap daya saing tenaga kerja dan ekonomi nasional di masa depan,” katanya.

Delegasi Indonesia pada ILC ke-114 akan dipimpin langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dengan melibatkan unsur tripartit yang terdiri dari pemerintah, pekerja, dan pengusaha.

Kemnaker menilai komposisi delegasi yang lengkap menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam mendorong dialog sosial yang inklusif serta mendukung kebijakan ketenagakerjaan internasional yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Dalam konferensi tersebut, Indonesia akan mengikuti sejumlah agenda utama yang terbagi menjadi agenda tetap dan agenda teknis.

Agenda tetap mencakup laporan Governing Body dan Director-General ILO, pembahasan program dan anggaran, laporan penerapan konvensi dan rekomendasi, hingga Committee on the Application of Standards (CAN).

Pada agenda CAN, Indonesia dipastikan tidak masuk dalam daftar negara yang diperiksa terkait pelanggaran konvensi ketenagakerjaan internasional. Hal tersebut dinilai mencerminkan kepatuhan Indonesia terhadap standar ketenagakerjaan global.

Sementara agenda teknis yang akan dibahas meliputi pengaturan platform economy, isu kesetaraan gender, serta penguatan dialog sosial dan tripartisme.

GCG BUMN
Melalui persiapan yang matang, pemerintah optimistis delegasi Indonesia dapat memberikan kontribusi strategis sekaligus memperjuangkan kepentingan nasional dalam forum ketenagakerjaan internasional tersebut. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories