telkomsel halo

Kemnaker perluas penempatan magang teknis ke Jepang

06:06:00 | 18 May 2026
Kemnaker perluas penempatan magang teknis ke Jepang
JAKARTA (IndoTelko) — Kementerian Ketenagakerjaan memperluas peluang penempatan magang teknis ke Jepang melalui kerja sama dengan Pemerintah Prefektur Miyazaki. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan dan penempatan peserta Technical Intern Training Program (TITP) asal Indonesia.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kerja sama antara Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi dan Gubernur Prefektur Miyazaki, Shunji Kono di Jakarta, Selasa (12/5).

Cris Kuntadi mengatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Jepang, khususnya pada sektor ketenagakerjaan serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Menurutnya, ruang lingkup kerja sama mencakup pelatihan, pengiriman, dan penerimaan peserta magang teknis Indonesia di Prefektur Miyazaki. Kedua pihak juga akan melakukan pertukaran data dan informasi secara berkala guna mendukung keberlanjutan program.

Selain itu, Kemnaker menyiapkan pengembangan sistem berbagi informasi untuk mendukung pengembangan karier peserta setelah menyelesaikan program magang di Jepang.

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di Jepang, termasuk di Prefektur Miyazaki yang tengah menghadapi penurunan jumlah penduduk.

Kemnaker juga memfokuskan program pada proses job matching agar kompetensi peserta sesuai dengan kebutuhan industri di Jepang. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah menyiapkan pelatihan prapenempatan melalui balai latihan kerja milik pemerintah maupun swasta di berbagai daerah.

Berdasarkan data Kemnaker, jumlah peserta magang teknis Indonesia yang diberangkatkan ke Jepang sepanjang 2025 mencapai 19.332 orang. Sementara hingga Mei 2026, jumlah peserta yang telah ditempatkan tercatat sebanyak 18.316 orang.

Khusus untuk Prefektur Miyazaki, jumlah peserta magang asal Indonesia juga mengalami peningkatan. Pada 2025 tercatat sebanyak 243 peserta, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 285 orang.

Sementara itu, Gubernur Prefektur Miyazaki Shunji Kono menyatakan kebutuhan tenaga kerja asing di wilayahnya terus meningkat akibat tantangan depopulasi yang dihadapi Jepang.

Ia menilai tenaga kerja asal Indonesia telah memberikan kontribusi signifikan, terutama di sektor pertanian.

GCG BUMN
Menurutnya, peluang peserta magang Indonesia untuk bekerja di berbagai sektor industri di Prefektur Miyazaki masih terbuka lebar pada masa mendatang. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories