telkomsel halo

Dian Solar punya Solar Innovation Hub untuk monitoring PLTS

06:03:00 | 13 May 2026
Dian Solar punya Solar Innovation Hub untuk monitoring PLTS
JAKARTA (IndoTelko) - PT Daya Mas Agra Sejahtera (Dian Solar) meresmikan Solar Innovation Hub bersamaan dengan pengoperasian kantor pusat baru perusahaan di Sinar Mas Land Plaza.

Fasilitas tersebut menjadi pusat monitoring performa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) secara real-time yang didukung teknologi FusionSolar dari Huawei Digital Power.

Peresmian dihadiri jajaran pimpinan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk serta mitra strategis perusahaan, termasuk Lei Bing dan Sebastian Gunawan.

Solar Innovation Hub berfungsi sebagai pusat kendali terintegrasi untuk memantau performa sistem energi berbasis data secara real-time di seluruh site proyek Dian Solar di Indonesia.

Melalui teknologi FusionSolar, perusahaan dapat melakukan monitoring operasional, analisis performa, hingga pengelolaan energi secara lebih efisien dan responsif.

Platform tersebut juga dilengkapi fitur Smart PV Optimizer dan sistem proteksi aktif AFCI (Arc Fault Circuit Interruption) untuk meningkatkan keamanan dan keandalan sistem PLTS.

Direktur Dian Solar, Gisela Lesmana, mengatakan penggunaan teknologi monitoring real-time memungkinkan perusahaan mengatasi kendala operasional lebih cepat sekaligus menjaga efisiensi aset PLTS.

Menurutnya, kolaborasi dengan Huawei melalui teknologi FusionSolar menjadi fondasi penting dalam memperluas kapasitas bisnis, termasuk pengembangan sistem Operation & Maintenance (O&M) untuk Battery Energy Storage System (BESS).

Dalam kesempatan yang sama, Dian Solar dan Huawei juga menandatangani nota kesepahaman terkait pengembangan solusi Smart PV dan ekosistem energy storage terintegrasi di Indonesia.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan sistem BESS Huawei yang dilengkapi monitoring real-time dan intelligent energy management untuk mendukung pengelolaan aset energi dalam skala besar.

Dian Solar menargetkan pengembangan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas sekitar 25 MWh pada tahun ini.

GCG BUMN
Perusahaan menilai penguatan sistem monitoring dan pengelolaan energi digital menjadi langkah penting untuk menghadirkan solusi energi baru terbarukan (EBT) yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan bagi sektor industri di Indonesia. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories