JAKARTA (IndoTelko) — Grab Indonesia meluncurkan rangkaian inisiatif "Jejak Aksi Kartini Masa Kini" untuk mendorong pemberdayaan perempuan di ekosistemnya, mulai dari pelatihan keselamatan berkendara bagi Mitra Pengemudi, literasi keuangan bagi pelaku UMKM, hingga penguatan kepemimpinan perempuan di bidang teknologi. Inisiatif ini hadir di tengah fakta bahwa sekitar 61% Mitra Merchant di platform Grab merupakan pelaku UMKM perempuan, sementara lebih dari 180 ribu Mitra Pengemudi perempuan di Asia Tenggara telah mendapatkan peluang penghasilan melalui platform tersebut.
Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya soal akses, tetapi juga kemampuan dan rasa aman bagi perempuan untuk berkembang. "Perempuan perlu ruang yang mendukung agar bisa tumbuh mandiri dan memberikan dampak lebih luas," ujarnya.
Saat ini perempuan mengisi sekitar 50% posisi C-level di Grab Indonesia, mencerminkan komitmen internal perusahaan terhadap kesetaraan gender di level kepemimpinan.
Grab menghadirkan program pelatihan keamanan diri bagi Mitra Pengemudi perempuan melalui kegiatan NGERUMPI (Ngobrol Seputar Masalah Wiramudi), di mana peserta mendapatkan pembekalan teknik dasar perlindungan diri serta peningkatan kesadaran situasional saat bekerja di jalan. Di sisi ekosistem merchant, Grab memperkuat kapasitas pelaku UMKM perempuan melalui edukasi pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha untuk meningkatkan keberlanjutan bisnis sekaligus memperluas peluang di ekosistem digital.
Di bidang teknologi, Grab berkolaborasi dengan Google Developer Group Jakarta menghadirkan program Women Techmakers yang berfokus pada penguatan kepemimpinan perempuan di era AI, mencakup talkshow, workshop desain berbasis AI, hingga sesi praktik pengembangan solusi teknologi. Grab juga akan menggelar program STEM Talks yang menyasar mahasiswa perempuan untuk mengenal peluang karier di industri teknologi dan mendorong lahirnya inovator baru di bidang digital.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Grab menegaskan komitmennya membangun ekosistem yang inklusif dengan keyakinan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan. (mas)