JAKARTA (IndoTelko) - Momentum Hari Angkutan Nasional pada 24 April menyoroti pentingnya akses transportasi umum bagi generasi muda urban. Survei terbaru menunjukkan 6 dari 10 Gen Z di Jakarta mempertimbangkan pindah hunian demi memangkas waktu tempuh harian, menandakan mobilitas kini menjadi faktor utama dalam menentukan tempat tinggal.
Menurut Country Director of Growth and VP of Online Marketing Cove, Dian Paskalis, konektivitas kini bukan lagi sekadar nilai tambah sebuah hunian, melainkan faktor penentu bagi generasi muda di kota padat seperti Jakarta.
Bagi Gen Z yang beraktivitas di Jakarta dan sekitarnya, dua prioritas utama dalam memilih hunian adalah efektivitas perjalanan dan pengeluaran. Data menunjukkan jarak ke kantor menjadi faktor utama bagi 40 persen responden, disusul keterjangkauan harga sebesar 38 persen. Mayoritas penghuni Cove juga mengaku tantangan terbesar dalam mencari hunian adalah lokasi yang kurang strategis.
Sebanyak 47 persen Gen Z di Jakarta menganggap waktu tempuh ideal ke kantor adalah 1530 menit. Namun kondisi seperti kemacetan, kebijakan ganjil genap, hingga dynamic pricing transportasi online sering membuat target ini sulit dicapai. Dalam situasi tersebut, hunian yang dekat dengan transportasi umum dinilai lebih relevan karena menawarkan biaya lebih terjangkau dan waktu tempuh yang lebih konsisten.
Konsep Transit Oriented Development (TOD) atau hunian berbasis transportasi umum juga dinilai mendorong performa industri properti, khususnya sektor co-living. Mayoritas penghuni Cove menempatkan lokasi strategis sebagai salah satu alasan utama menyewa kamar, setelah fasilitas bangunan. Dari mereka yang memprioritaskan lokasi, lebih dari sepertiga secara spesifik memilih hunian yang dekat dengan transportasi umum seperti KRL Commuter Line, MRT Jakarta, LRT Jakarta, atau TransJakarta.
Cove juga menemukan bahwa hunian co-living yang dekat dengan transportasi umum memiliki nilai sewa lebih tinggi, dengan kenaikan sekitar 510 persen. Harga sewa bahkan bisa naik lebih signifikan jika properti berada dalam radius kurang dari 500 meter dari akses transportasi umum, selama fasilitas bangunan tetap kompetitif. Sebaliknya, minat penyewa cenderung menurun jika jaraknya lebih dari 1 kilometer.
Dian menambahkan, properti Cove dengan waktu tempuh kurang dari 15 menit berjalan kaki ke transportasi umum memiliki tingkat okupansi rata-rata di atas 80 persen, dengan permintaan terbesar berasal dari pekerja dan pelajar Gen Z. (mas)