JAKARTA (IndoTelko) — Biznet Gio Cloud mengoperasikan lebih dari 350 server bare metal berbasis prosesor AMD EPYC dengan dukungan infrastruktur dari Hewlett Packard Enterprise (HPE) untuk memperkuat kapasitas komputasi cloud nasional, khususnya guna melayani lonjakan permintaan beban kerja kecerdasan artifisial (AI) dan machine learning di Indonesia.
Adopsi platform server ini menghasilkan efisiensi lisensi perangkat lunak hingga 20 persen berkat kepadatan core yang lebih tinggi, sekaligus menekan konsumsi daya hingga 8 persen dan mengurangi emisi karbon sekitar 2.100 kilogram per server.
VP of Technology Operations Biznet Gio Cloud Saputro Aryulianto menegaskan komitmen perusahaan menghadirkan solusi cloud yang andal, aman, dan terjangkau bagi bisnis di Indonesia. "Kami memberikan jaminan layanan dengan SLA uptime bulanan 99,99 persen dan telah memperoleh sertifikasi internasional seperti ISO 9001 dan SOC 2 Type II untuk memastikan standar keamanan dan kualitas layanan," ujarnya.
Biznet Gio Cloud menyediakan dua opsi layanan utama untuk mendukung komputasi intensif berbasis AI, yakni NEO GPU berupa layanan virtual machine dengan GPU untuk kebutuhan komputasi berbasis akselerator, serta NEO Metal berupa server bare metal dengan GPU yang memberikan kontrol penuh atas sumber daya komputasi. Kedua produk ini diluncurkan pada 2025 sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan komputasi untuk aplikasi AI yang membutuhkan sumber daya perangkat keras besar.
Perusahaan menghadapi sejumlah tantangan dalam memenuhi lonjakan permintaan tersebut, termasuk isu skalabilitas dan elastisitas beban kerja serta keterbatasan pasokan perangkat keras seperti RAM dan SSD yang terjadi secara global akibat meningkatnya adopsi AI. Biznet Gio memilih prosesor AMD EPYC sebagai solusi utama karena kombinasi performa tinggi, jumlah core besar, dan efisiensi biaya yang kompetitif dibandingkan alternatif yang tersedia di pasar.
Biznet Gio juga mulai mengeksplorasi penggunaan GPU dari lini AMD Instinct untuk mendukung pengembangan ekosistem AI, didukung oleh ekosistem perangkat lunak terbuka ROCm yang dinilai memberikan fleksibilitas lebih bagi pengembang tanpa ketergantungan pada satu vendor teknologi. Pendekatan multi-layer infrastruktur ini menempatkan Biznet Gio sebagai salah satu penyedia cloud lokal yang berupaya membangun fondasi AI stack yang komprehensif dari lapisan CPU hingga GPU.
Ke depan, Biznet Gio berencana memperluas kapasitas infrastruktur dengan membuka region data center keempat di Bali serta mengembangkan layanan tambahan NEO DNS dan NEO CDN sebagai alternatif layanan global di pasar Indonesia. Dengan strategi tersebut, Biznet Gio Cloud menargetkan penguatan posisinya sebagai penyedia layanan cloud lokal sekaligus membuka peluang ekspansi ke pasar regional Asia Pasifik.(mas)