JAKARTA (IndoTelko) - House of Tugu Jakarta menghadirkan pengalaman berbuka puasa bertema sejarah melalui program “The Spice Route of Indonesia Iftar” selama Ramadan 1447 H. Program ini berlangsung mulai 20 Februari hingga 20 Maret 2026 dan menghadirkan ragam hidangan Nusantara yang terinspirasi dari jalur perdagangan rempah yang pernah menjadikan kawasan Batavia pusat aktivitas ekonomi global.
Berlokasi di kawasan Kota Tua yang dahulu menjadi pusat perdagangan rempah dunia, House of Tugu Jakarta memadukan pengalaman kuliner dengan nuansa arsitektur Batavia yang autentik. Menu berbuka disajikan melalui restoran Jajaghu serta pilihan kopi dari Babah Koffie by Kawisari Coffee.
Mengangkat Sejarah Jalur Rempah
Konsep berbuka ini terinspirasi dari sejarah perdagangan rempah Nusantara, ketika komoditas seperti pala dan cengkih menjadi barang paling berharga di dunia. Pada abad ke-17, kawasan Batavia menjadi pusat distribusi rempah sebelum dikirim ke Eropa.
Representatif House of Tugu Jakarta, Shafa Haura, mengatakan konsep tersebut berangkat dari sejarah bangunan serta kawasan di sekitarnya.
Menurutnya, rempah bukan sekadar bahan masakan, tetapi bagian dari memori budaya Nusantara yang masih terasa hingga kini. Ramadan dinilai menjadi momen yang tepat untuk menghadirkan kembali kekayaan rasa tersebut melalui pengalaman kuliner.
Perjalanan Rasa Nusantara
Melalui konsep The Spice Route of Indonesia Iftar, setiap hidangan disusun sebagai perjalanan kuliner yang menggambarkan keragaman rempah Nusantara.
Beberapa menu yang dihadirkan antara lain Gulai Kambing Padang dengan kuah rempah yang dimasak perlahan serta Bebek Betutu Gianyar yang dibumbui pasta rempah khas Bali dan dipanggang hingga lembut.
Untuk hidangan penutup, tamu dapat menikmati kurma medjool berisi kacang mede panggang dengan sentuhan kayu manis, serta kolak biji salak dengan gula aren dan santan beraroma jahe. Pengalaman berbuka kemudian dilengkapi dengan Iftar Royale Espresso, perpaduan espresso, kurma, dan rempah.
Sajian Khusus Idul Fitri
Memasuki momen Lebaran, Jajaghu juga menghadirkan pengalaman bersantap bertajuk “The Archipelago Legacy”. Konsep ini menyajikan menu yang terinspirasi dari tradisi kuliner berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu hidangan utamanya adalah Lamb of the Spice Isles, kambing panggang yang dimasak perlahan dengan teknik khas Timur Tengah. Selain itu terdapat sajian Royal Lebaran Ketupat yang menghadirkan ragam cita rasa dari Jawa, Sunda, Padang, Batavia, hingga Blitar dalam satu rangkaian hidangan.
Hampers dan Paket Menginap Lebaran
Selain program kuliner, House of Tugu Jakarta juga menghadirkan hampers Ramadan dari Babah Koffie by Kawisari Coffee. Paket ini berisi kopi single origin dari perkebunan sendiri, madu murni, serta aneka kue kering pilihan.
Melengkapi perayaan Ramadan dan Idul Fitri, hotel heritage ini turut menawarkan paket menginap khusus Lebaran yang menghadirkan suasana Kota Tua Jakarta yang lebih tenang, lengkap dengan pengalaman spa berbahan rempah Nusantara.
Melalui rangkaian program tersebut, House of Tugu Jakarta berupaya menghadirkan pengalaman Ramadan yang tidak hanya berfokus pada kuliner, tetapi juga pada pelestarian sejarah dan budaya yang melekat pada kawasan Kota Tua Jakarta. (mas)