telkomsel halo

Bnetfit rebranding, bidik peran ICT Nasional

06:57:00 | 28 Feb 2026
Bnetfit rebranding, bidik peran ICT Nasional
JAKARTA (IndoTelko) - Penyedia layanan internet yang beroperasi sejak 2018, Bnetfit, memanfaatkan ajang “Bnetfit Media Connect: Iftar Gathering 2026” di ARTOTEL Thamrin Jakarta sebagai momentum memperkenalkan identitas baru sekaligus memaparkan arah transformasi bisnisnya di 2026.

Dalam forum tersebut, jajaran pimpinan yang terdiri dari Victor Irianto (Komisaris), Ade Tjendra (CEO), dan Galuh Kusumah (GM Business Development) memaparkan roadmap perusahaan bertajuk “From Connectivity Provider to National ICT Champion, Building a Measurable, Secure, and Sustainable Digital Ecosystem.”

Visi tersebut menandai langkah Bnetfit untuk berevolusi dari sekadar penyedia konektivitas menjadi penyedia layanan ICT terintegrasi yang menopang pengembangan ekosistem digital nasional.

Ade Tjendra menegaskan, Bnetfit ingin berperan lebih strategis dalam mendukung transformasi digital lintas sektor. “Kami tidak hanya menyediakan internet, tetapi ingin menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekosistem digital Indonesia melalui infrastruktur yang scalable, secure, dan reliable,” ujarnya.

Seiring perubahan arah strategis, Victor Irianto kini menjabat Komisaris setelah sebelumnya memimpin sebagai CEO. Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap percepatan digitalisasi, termasuk pengembangan layanan berbasis automation & AI, cloud, security, data center melalui Nexbyte, IoT, hingga penguatan konektivitas regional IndonesiaSingapura dan ASEAN.

“Transformasi digital adalah keniscayaan. Indonesia harus memiliki konektivitas kuat, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga regional,” kata Victor.

Identitas Baru dan Ekosistem Digital

Sebagai simbol transformasi, Bnetfit meluncurkan logo anyar yang merepresentasikan pertumbuhan dan keberlanjutan. Elemen huruf “B” berbentuk kurva menyerupai sayap kupu-kupu menggambarkan perubahan dan ekspansi, dipadukan infinity line sebagai simbol konsistensi layanan. Warna biru dan hijau merefleksikan kepercayaan, stabilitas, dan keberlanjutan, selaras dengan semangat Connected Living, Shared Growth, dan Infinity Support.

Di sisi teknologi, Bnetfit mengandalkan Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) untuk meningkatkan kapasitas jaringan fiber optik tanpa perlu pembangunan infrastruktur baru. Teknologi ini mendukung lebih dari 96 channel dengan kecepatan hingga 100 Gbps, 400 Gbps, bahkan 800 Gbps, sehingga mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menekan konsumsi daya.

Untuk konektivitas internasional, Bnetfit didukung sistem kabel bawah laut SEA Cable Exchange-1 (SeaX-1) dan Super Sistem BatamSingapura (SSBS) sepanjang 250 km yang menghubungkan Mersing, Changi, dan Batam. Sementara di dalam negeri, sistem kabel laut BTI-1 sepanjang sekitar 4.500 km dari Batam ke Jakarta hingga Manado—dengan percabangan ke Gresik, Makassar, dan Balikpapan—akan memperkuat tulang punggung trafik data nasional.

Selain itu, perusahaan menjalin kolaborasi open access dengan PT Linknet Tbk dan Asianet untuk memaksimalkan lebih dari 7 juta homepass di berbagai wilayah Indonesia, memperluas cakupan layanan digital terintegrasi.

Galuh Kusumah menegaskan, ekspansi jaringan dan solusi digital akan terus diperluas ke berbagai kota di Indonesia. “Kami ingin menjadi mitra strategis dalam transformasi digital nasional dengan menghadirkan solusi yang scalable, aman, dan andal,” ujarnya.

GCG BUMN
Dengan rebranding, penguatan kepemimpinan, serta roadmap yang terstruktur, Bnetfit menegaskan langkahnya bertransformasi dari connectivity-centric ISP menjadi National ICT & Digital Infrastructure Provider yang siap mengambil peran lebih besar dalam pengembangan ekosistem digital Indonesia. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Ramadan 2026
More Stories