JAKARTA (INdoTelko) - Allianz Life Syariah Indonesia menghadirkan produk perlindungan penyakit kritis berbasis syariah bertajuk AlliSya CI Hasanah sebagai upaya membantu masyarakat menjaga stabilitas finansial keluarga ketika menghadapi risiko kesehatan serius.
Penyakit kritis masih menjadi ancaman nyata di Indonesia, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga terhadap kondisi ekonomi keluarga. Ketika seseorang mengalami penyakit kritis, dampaknya sering kali meluas mulai dari hilangnya penghasilan, terganggunya rencana keuangan, hingga perubahan kualitas hidup secara signifikan.
Data Global Cancer Observatory mencatat terdapat sekitar 408 ribu kasus kanker baru dan 242 ribu kematian di Indonesia sepanjang 2022, dengan proyeksi peningkatan kasus hingga 63 persen pada periode 20252040. Sementara itu, data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2023 menunjukkan prevalensi stroke mencapai 8,3 per mil penduduk dan meningkat signifikan pada kelompok usia lanjut.
Risiko penyakit kritis kini juga semakin banyak dialami kelompok usia produktif. Data internal Allianz Life Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan total klaim penyakit kritis mencapai Rp600 miliar, dengan sekitar 40 persen klaim berasal dari nasabah berusia di bawah 45 tahun. Angka tersebut meningkat 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia, Elmie A. Najas mengatakan, produk ini dirancang untuk membantu keluarga menjaga keberlangsungan finansial ketika terjadi risiko kesehatan serius.
“AlliSya CI Hasanah kami hadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan perlindungan penyakit kritis yang tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga memastikan keberlangsungan penghasilan keluarga. Prinsip ini sejalan dengan Maqasid Syariah yang menegaskan pentingnya ikhtiar yang terencana dan bertanggung jawab, dengan tawakal sebagai landasan spiritual setelah upaya terbaik dilakukan, termasuk dalam membuat perencanaan keuangan yang matang,” ujarnya.
Pada sesi peluncuran, penyanyi sekaligus penyintas penyakit kritis Tria Ramadhani turut berbagi pengalaman mengenai dampak besar yang dapat ditimbulkan oleh kondisi kesehatan darurat terhadap kehidupan pribadi dan keluarga.
“Ketika kondisi kesehatan darurat terjadi, dampaknya sangat besar bagi saya dan keluarga, bukan hanya secara emosional tetapi juga finansial. Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa risiko kesehatan bisa datang kapan saja kepada siapa pun,” ungkap Tria.
Sementara itu, perencana keuangan Widya Prima menilai bahwa dana darurat saja sering kali tidak cukup untuk menghadapi risiko besar seperti penyakit kritis.
“Asuransi penyakit kritis menjadi instrumen penting dalam perencanaan keuangan keluarga untuk menjaga keberlangsungan finansial ketika penghasilan terganggu akibat kondisi kesehatan,” jelasnya.
Head of Product Allianz Life Syariah Indonesia, Rina Triana menambahkan bahwa AlliSya CI Hasanah dirancang dengan fleksibilitas yang dapat menyesuaikan kebutuhan perlindungan masyarakat.
“AlliSya CI Hasanah memberikan fleksibilitas dalam memilih manfaat dan masa perlindungan, serta menghadirkan fitur income replacement untuk menjaga kestabilan finansial. Dengan desain yang inklusif dan berbasis syariah, kami optimistis produk ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Produk ini menawarkan sejumlah manfaat utama, antara lain fleksibilitas dalam memilih manfaat asuransi, pilihan masa perlindungan selama 20 atau 30 tahun, serta fitur tambahan seperti Hasanah Cash, Hasanah Booster, Hasanah Early CI, dan Payor Syariah. Nasabah juga dapat memilih dua jenis perlindungan utama, yakni Plan Lite untuk tiga kondisi penyakit kritis atau Plan Max yang mencakup hingga 77 penyakit kritis.
Melalui peluncuran AlliSya CI Hasanah, Allianz Syariah menegaskan komitmennya menghadirkan solusi perlindungan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern sekaligus memberikan perlindungan finansial bagi keluarga ketika menghadapi risiko kesehatan yang tidak terduga. (mas)