telkomsel halo

Huawei luncurkan Arsitektur MBH 5G-A di MWC 2026

04:58:00 | 05 Mar 2026
Huawei luncurkan Arsitektur MBH 5G-A di MWC 2026
JAKARTA (IndoTelko) - Dalam ajang MWC Barcelona 2026, Huawei resmi memperkenalkan arsitektur Mobile Backhaul (MBH) berorientasi 5G-A yang dirancang untuk era Agentic Mobile Broadband (MBB). Arsitektur ini mengusung kapabilitas 10GE/25GE to the Site, L3 to the Site, serta end-to-end SRv6 guna meningkatkan jaminan pengalaman pelanggan sekaligus membuka peluang monetisasi berbasis kualitas layanan.

Memasuki era 5G-Advanced (5G-A), fokus industri telekomunikasi bergeser dari monetisasi berbasis trafik menuju monetisasi berbasis pengalaman terdiferensiasi. Jika 4G identik dengan “Connecting People” dan 5G dengan Internet of Things (IoT), maka 5G-A membawa konsep “Intelligent Internet of Everything + Integrated Sensing and Communication”. Perubahan ini menuntut bandwidth ekstrem, perlindungan gangguan yang andal, serta SLA yang pasti.

Huawei menilai jaringan backhaul konvensional menghadapi tiga tantangan utama, yakni keterbatasan kapasitas antarmuka yang belum mampu mengimbangi throughput 5G-A di atas 8 Gbps, arsitektur routing Layer 2 yang kaku sehingga meningkatkan latensi, serta jaminan pengalaman yang belum memadai untuk layanan kritikal seperti ekonomi berketinggian rendah dan pengemudian otomatis.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Huawei menghadirkan tiga fitur utama dalam arsitektur MBH generasi terbaru. Pertama, 10GE/25GE to the Site yang meningkatkan kapasitas akses menjadi lossless backhaul, memungkinkan optimalisasi potensi hingga 10 Gbps serta mendukung layanan premium seperti live streaming HD, video 8K, XR, dan visi AI. Kedua, L3 to the Site yang membawa kemampuan routing Layer 3 langsung ke tepi jaringan sehingga menciptakan jalur terpendek antar base station dan mendukung aplikasi ultra-low latency seperti kontrol industri dan komputasi tepi. Ketiga, end-to-end SRv6 yang memungkinkan penjadwalan trafik presisi hingga tingkat menit serta optimasi otomatis saat terjadi kemacetan jaringan, dengan potensi peningkatan Data Over Usage (DOU) lebih dari 20 persen.

Huawei menyebut solusi ini telah memasuki tahap implementasi komersial berskala besar. Di Tiongkok, peningkatan akses dari 10GE ke 25GE mendukung peluncuran layanan 3D tanpa kacamata, XR, dan AI berkualitas tinggi. Sementara di Afrika Selatan, operator telekomunikasi yang mengadopsi solusi E2E SRv6 Huawei berhasil mengoptimalkan trafik secara real time dan meningkatkan ARPU dari 18 dolar AS menjadi 25 dolar AS.

GCG BUMN
Huawei menegaskan bahwa peningkatan ke backhaul 5G-A bukan sekadar peningkatan kecepatan, melainkan transformasi mendasar dari “pipa data” tradisional menjadi fondasi penjamin kualitas pengalaman yang berbeda di era Agentic MBB. Melalui MWC Barcelona 2026, Huawei mengajak pelanggan dan mitra global untuk mengeksplorasi peluang inovasi layanan berbasis 5G-A. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Ramadan 2026
More Stories