telkomsel halo

Kemenag gaet British Council tingkatkan kompetensi guru di Madrasah

06:39:00 | 01 Mar 2026
Kemenag gaet British Council tingkatkan kompetensi guru di Madrasah
JAKARTA (IndoTelko) Kementerian Agama Republik Indonesia untuk pertama kalinya menjalin kemitraan dengan British Council dalam program peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris madrasah. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada November 2025 dan diimplementasikan melalui pelatihan delapan minggu yang ditutup dengan lokakarya tatap muka di Jakarta pada Februari 2026.

Program ini menargetkan penguatan kapasitas dari total 41.833 guru madrasah di Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan penguasaan Bahasa Inggris sebagai akses menuju pendidikan tinggi serta jejaring global.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menyatakan kerja sama tersebut sejalan dengan agenda transformasi pendidikan Kementerian Agama sekaligus mendukung Kemitraan Strategis IndonesiaInggris yang disepakati pada Januari 2026 dengan sektor pendidikan sebagai salah satu fokus utama.

Kerja sama antara Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah dan British Council diawali dengan pemetaan kompetensi guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Pemetaan dilakukan untuk mengukur kemampuan pedagogik dan kemahiran Bahasa Inggris sebagai dasar pelaksanaan program percontohan Continuing Professional Development (CPD).

Country Director Indonesia and Director Southeast Asia British Council, Summer Xia, mengungkapkan sebanyak 613 guru dari hampir seluruh provinsi telah menyelesaikan pelatihan daring terstruktur yang didukung e-moderator serta sesi interaktif mingguan. Model pelatihan tersebut dirancang agar pengembangan profesional guru dapat diakses secara merata tanpa kendala geografis.

Pendekatan berbasis data yang digunakan dalam program ini diharapkan menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan pengembangan kompetensi guru madrasah secara berkelanjutan di tingkat nasional.

Selama delapan minggu implementasi, perubahan metode pembelajaran mulai terlihat di kelas. Guru semakin menerapkan pendekatan student-centered serta membangun interaksi belajar yang lebih aktif. Peningkatan kepercayaan diri dalam penggunaan Bahasa Inggris turut mendorong partisipasi siswa dalam proses pembelajaran.

Salah satu peserta program, Ni’Matus Zahroh, menilai pelatihan tersebut membuka ruang pengembangan diri yang sebelumnya terbatas bagi guru madrasah sekaligus mendorong metode pengajaran yang lebih inspiratif.

GCG BUMN
Sebagai proyek percontohan, inisiatif ini menjadi fondasi bagi perluasan program secara bertahap di masa mendatang. Meski jumlah peserta masih relatif kecil dibanding kebutuhan nasional, model pelatihan yang telah diuji dinilai memiliki potensi untuk direplikasi dalam skala lebih luas guna meningkatkan mutu pendidikan madrasah di Indonesia. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Ramadan 2026
More Stories