JAKARTA (IndoTelko) PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk melalui program Sisternet meluncurkan pembaruan aplikasi dan situs resmi guna memperkuat pemberdayaan perempuan di ruang digital. Inisiatif ini dikukuhkan dalam ajang Community Gathering SIS CONNECT yang menjadi bagian dari gerakan #1JutaSisterDigital di Jakarta, Selasa (10/2).
Peluncuran tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), komunitas Sisternet, serta manajemen perusahaan.
Director & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menegaskan pembaruan ini menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan ekosistem digital yang aman dan inklusif bagi perempuan. Menurutnya, peningkatan literasi dan keterampilan digital perlu diimbangi dengan perlindungan agar perempuan dapat berpartisipasi secara optimal dalam ekonomi digital.
Integrasi pelatihan dan kanal perlindungan
Versi terbaru Sisternet mengusung pendekatan lebih komprehensif. Platform ini tidak lagi sekadar menyediakan literasi digital dan ruang komunitas, tetapi juga mengintegrasikan pelatihan nasional dan kanal perlindungan dalam satu aplikasi.
Salah satu fitur kunci adalah DigiHer yang terhubung langsung dengan program Digital Talent Scholarship milik KOMDIGI. Melalui fitur ini, pengguna dapat mengakses pelatihan, peningkatan kompetensi, hingga sertifikasi guna memperluas peluang kerja di sektor digital.
Kepala Badan Pengembangan SDM Kemkomdigi, Boni Pudjianto, menyatakan integrasi tersebut bertujuan membuka akses seluas-luasnya bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas, mulai dari literasi hingga upskilling dan sertifikasi.
Selain itu, fitur Ruang Aman Sister kini terintegrasi dengan layanan SAPA 129 sebagai kanal resmi pelaporan kekerasan berbasis gender online. Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KPPPA, Desy Andriani, menilai integrasi ini memperluas jangkauan layanan pengaduan melalui platform yang sudah memiliki basis pengguna besar.
Data Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 mencatat 7,5% perempuan Indonesia pernah mengalami kekerasan seksual berbasis elektronik, dengan prevalensi tertinggi pada kelompok usia 1524 tahun. Sepanjang 2024, kasus kekerasan berbasis gender online tercatat 1.791 laporan. Fakta ini menjadi latar belakang penguatan fitur perlindungan dalam Sisternet.
Target 2,4 juta perempuan go digital
Hingga kini, aplikasi Sisternet telah diunduh lebih dari 1,6 juta pengguna. XLSMART menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 2,4 juta perempuan terdigitalisasi pada akhir 2026.
Langkah ini juga diarahkan untuk mendukung target nasional penciptaan 9 juta talenta digital pada 2030. Perusahaan menilai kolaborasi lintas sektor antara swasta, kementerian, dan komunitas menjadi kunci dalam menutup kesenjangan digital gender yang saat ini masih mencapai sekitar 21%.
Melalui Sisternet, pelanggan dapat mengakses pelatihan DigiHer, mengikuti kelas literasi digital, serta terlibat dalam festival, kompetisi, dan aktivitas komunitas. XLSMART berharap ekosistem ini mampu mendorong perempuan Indonesia lebih aman, produktif, dan berdaya di era ekonomi digital. (mas)