telkomsel halo

Batik Keris ngegas di kanal digital via Shopee

05:36:00 | 09 Feb 2026
Batik Keris ngegas di kanal digital via Shopee
JAKARTA (IndoTelko) Di tengah persaingan industri fesyen yang makin cepat dan terdigitalisasi, Batik Keris menunjukkan bahwa merek warisan budaya juga bisa tumbuh agresif secara bisnis. Perusahaan batik asal Solo yang telah berusia hampir satu abad ini mengakselerasi transformasi digital lewat strategi “heritage tech”, memadukan kekuatan nilai tradisi dengan pemanfaatan kanal e-commerce untuk memperluas pasar dan mendorong pertumbuhan penjualan.

Langkah ini menjadi respons atas perubahan perilaku konsumen yang kini semakin mengandalkan belanja online. Bagi Batik Keris, digitalisasi bukan sekadar kanal tambahan, melainkan mesin pertumbuhan baru untuk menjaga relevansi merek lintas generasi.

Direktur Batik Keris Andy Rusli mengatakan keberlanjutan bisnis brand legendaris sangat ditentukan oleh kemampuan beradaptasi terhadap teknologi dan pola konsumsi modern.

“Kami tidak ingin hanya dikenal karena sejarah panjang. Batik Keris harus terus tumbuh sebagai brand yang relevan, dan teknologi menjadi kunci untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Aset Bisnis

Didirikan sejak 1947 dan berakar dari usaha keluarga sejak 1920-an, Batik Keris berkembang dari industri rumahan menjadi perusahaan berskala nasional dengan lebih dari 1.500 karyawan serta jaringan lebih dari 80 gerai fisik.

Namun, ketergantungan pada ritel offline dinilai tidak lagi cukup untuk menopang ekspansi. Karena itu, generasi penerus perusahaan mulai mengarahkan strategi baru dengan memperkuat distribusi digital tanpa meninggalkan kekuatan heritage sebagai diferensiasi produk.

Konsep ini diwujudkan lewat koleksi Modern Classic berformat ready-to-wear yang dirancang lebih fleksibel dan kasual, menyasar konsumen muda sekaligus mempertahankan karakter batik premium. Produksi terbatas diterapkan untuk menjaga eksklusivitas dan positioning harga.

Jaga Margin

Dari sisi operasional, Batik Keris mempertahankan kontrol kualitas melalui model produksi terintegrasi, mulai dari pemilihan bahan baku, desain motif internal, proses pembatikan, hingga distribusi.

Pendekatan end-to-end ini membantu perusahaan menjaga standar mutu sekaligus mengontrol biaya dan margin. Kualitas yang konsisten juga menjadi fondasi loyalitas pelanggan jangka panjang, dengan banyak produk yang bertahan puluhan tahun dan diwariskan antar generasi.

Mesin Pertumbuhan

Transformasi paling signifikan terlihat di kanal digital. Sejak membuka official store di Shopee Mall pada 2021, Batik Keris memanfaatkan platform tersebut sebagai etalase nasional untuk memperluas jangkauan di luar kota-kota yang memiliki gerai fisik.

Perusahaan membentuk tim khusus e-commerce untuk mengelola strategi pemasaran, konten, hingga interaksi pelanggan. Pemanfaatan fitur seperti Shopee Live dilakukan setiap hari untuk meningkatkan engagement sekaligus konversi penjualan.

Hasilnya, sepanjang 2025 Batik Keris mencatat pertumbuhan penjualan lebih dari 50%, dengan kontribusi signifikan dari kanal online. Model ini dinilai efektif menekan biaya ekspansi ritel sekaligus membuka akses ke segmen konsumen baru.

Tak hanya berjualan, kanal digital juga dimanfaatkan sebagai media edukasi untuk memperkenalkan nilai budaya batik kepada generasi muda.

Lewat UMKM

Selain fokus pada pertumbuhan bisnis inti, Batik Keris juga memperluas dampak ekonomi melalui Keris Griya, unit komunitas yang membina UMKM dan perajin lokal. Program ini membantu pengembangan produk kriya sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk melalui platform digital.

Pendekatan kolaboratif ini memperkuat rantai pasok sekaligus menciptakan nilai tambah sosial, yang pada akhirnya mendukung keberlanjutan bisnis jangka panjang.

GCG BUMN
Dengan strategi heritage tech, Batik Keris menunjukkan bahwa digitalisasi dapat menjadi akselerator pertumbuhan bagi brand tradisional. Perpaduan warisan budaya, inovasi produk, dan distribusi digital menempatkan perusahaan pada posisi kompetitif di tengah transformasi ekonomi digital nasional. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories