JAKARTA (IndoTelko) Penjualan produk baby lotion di kanal e-commerce Indonesia sepanjang 2025 melonjak signifikan dengan nilai transaksi mencapai Rp626 miliar atau tumbuh sekitar 55% dibandingkan periode sebelumnya.
Data Compas.co.id menunjukkan dari sisi volume, penjualan meningkat 42% dengan total lebih dari 9,8 juta unit terjual selama Januari 2024 hingga November 2025. Kinerja tersebut menandakan produk perawatan kulit bayi kini tidak lagi dianggap pelengkap, melainkan telah menjadi bagian dari rutinitas harian.
CEO Compas.co.id Hanindia Narendrata menilai pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran orang tua, terutama generasi muda, terhadap pentingnya kesehatan kulit bayi sejak dini.
“Orang tua semakin selektif dan membutuhkan informasi yang edukatif serta relevan sebelum membeli produk perawatan bayi,” ujarnya.
Menurut dia, merek yang mengedepankan komunikasi berbasis edukasi, rekomendasi klinis, serta menggandeng key opinion leader (KOL) yang tepat cenderung mencatat pertumbuhan lebih cepat. Aktivitas live commerce juga berkontribusi karena memberi konsumen pengalaman melihat langsung kemasan dan cara penggunaan produk.
Compas mencatat peluang pembelian ulang turut meningkat, terutama pada produk dengan kemasan praktis seperti pump, tube, dan sachet, serta formulasi yang aman untuk pemakaian harian. Tingginya repeat purchase memperkuat posisi baby lotion sebagai kebutuhan rutin, bukan lagi pembelian musiman.
Menariknya, pertumbuhan tidak hanya datang dari merek besar. Sejumlah brand niche berbahan alami atau khusus untuk kulit sensitif justru mencatat lonjakan penjualan, menandakan personalisasi produk dan autentisitas merek semakin menentukan keputusan konsumen yang kian digital savvy.
Narendrata menambahkan, tren di kategori baby care menjadi sinyal bagi industri FMCG bahwa konsumen kini menilai merek dari relevansi produk, nilai fungsional, kemudahan penggunaan, hingga empati terhadap kebutuhan keluarga, bukan sekadar harga atau promosi.
Ia menekankan strategi pemasaran ke depan perlu lebih berbasis data perilaku konsumen di e-commerce agar mampu mengoptimalkan pengalaman di tahap akhir pembelian.
Temuan tersebut dinilai menjadi referensi bagi pelaku industri Mom & Baby dalam menyusun strategi produk dan pemasaran sepanjang 2026, seiring peluang pertumbuhan yang masih terbuka dari munculnya konsumen baru yang semakin mengutamakan produk fungsional dan selaras dengan pola pengasuhan modern. (mas)