telkomsel halo

Hadapi cripto winter, gunakan dollar cost averaging

08:15:00 | 14 Jan 2023
Hadapi cripto winter, gunakan dollar cost averaging
JAKARTA (IndoTelko) - Optimisme terhadap kripto nampaknya mulai terbangun tahun ini. Setelah tahun lalu sempat menurun karena terpaan fase bearish. Momen Bitcoin Halving Day yang akan berdampak menaikkan harga Bitcoin nantinya, membuat Harga altcoin pun memiliki kesempatan besar untuk turut naik mengikuti harga Bitcoin.

Bagi investor kripto, momen di tahun 2023 ini tentu adalah momen tepat untuk mengakumulasikan portofolio kripto di harga yang cukup rendah. Salah satu strategi mengakumulasikan kripto untuk investasi jangka panjang yaitu melalui metode dollar cost averaging.

Upaya investor membagi porsi investasi bisa menggunakan dollar cost averaging dengan memasukkan jumlah nominal yang sama dan rutin, dalam rentang waktu tertentu.

Dijelaskan CEO Indodax Oscar Darmawan, dollar cost averaging merupakan cara yang terbilang cukup ciamik untuk terhindar dari kerugian dan agar investor bisa terhindar dari FOMO, tidak impulsif, investasi sesuai plan, dan lebih bijak dalam mengatur pengeluaran.

"Dengan membeli kripto menggunakan metode dollar cost averaging Misalnya, investor memiliki uang dingin sebesar tiga juta rupiah. Dibanding membeli Bitcoin langsung senilai tiga juta, dengan metode dollar cost averaging, investor membeli Bitcoin secara rutin sebesar 250 ribu setiap bulannya selama satu tahun. Dengan begitu, potensi risiko kerugian akan lebih kecil terlebih jika harga Bitcoin tiba tiba turun. Bahkan, dengan metode dollar cost averaging ini, investor akan cenderung lebih beruntung dalam beberapa momen tertentu," katanya.

Ditambahkannya, meski menggunakan strategi DCA ini pertumbuhan profit nya tidak terlalu besar dan cenderung lambat, namun hal tersebut tentu tidak mengapa mengingat hakikat investasi adalah sebagai tempat lindung nilai tidak semata mata mencari profit dalam jumlah besar.

Menurutnya, metode dollar cost averaging, kenaikan profit memang tidak terlalu besar, namun jika kita melihat secara kacamata jangka panjang, ini berpotensi menghasilkan nilai aset yang lebih tinggi.

Metode dollar cost averaging tidak hanya untuk investasi jangka panjang, namun cara yang cocok bagi para investor pemula ataupun investor yang tidak memiliki waktu luang yang banyak.

"Bagi para investor yang ingin menggunakan metode dollar cost averaging bisa memulai dilakukan di harga saat ini ketika pasar sedang bearish," tegas Oscar.

Metode dollar cost averaging juga bisa digunakan dengan Bitcoin yang ditukarkan dengan USDT. USDT adalah kripto yang merupakan 1:1 dengan US Dollar. Market Bitcoin USDT juga tersedia di Indodax yang bisa ditukarkan dengan kripto lain, seperti Ethereum. (ak)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year