Tren Side Hustle menguat, usmile perluas program affiliator

08:18:00 | 28 Jan 2026
Tren Side Hustle menguat, usmile perluas program affiliator
JAKARTA (IndoTelko)- Memasuki tahun 2026, pekerjaan sampingan atau side hustle semakin bergeser dari sekadar pilihan gaya hidup menjadi kebutuhan untuk menjaga ketahanan finansial keluarga. Kondisi ekonomi dan dinamika pasar kerja mendorong masyarakat mencari sumber pendapatan tambahan di luar pekerjaan utama.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,85% pada 2025. Namun, penyerapan tenaga kerja masih didominasi sektor informal, seperti pengemudi ojek daring, pekerja lepas, hingga pedagang kecil, yang memiliki tingkat kerentanan tinggi serta pendapatan yang cenderung fluktuatif dibandingkan sektor formal.

Situasi tersebut selaras dengan fenomena K-Shaped Recovery yang sebelumnya disoroti oleh pengamat ekonomi Raymond Chin. Mengacu pada data CEIC dan perhitungan staf LPEM FEB UI, rata-rata saldo tabungan masyarakat kelas menengah ke bawah terus menyusut, dari Rp4,29 juta pada 2012 menjadi Rp1,78 juta pada 2025. Kondisi ini menunjukkan bahwa penghasilan utama semakin sulit mengimbangi kenaikan biaya hidup, sehingga masyarakat kerap mengandalkan tabungan untuk memenuhi kebutuhan.

Menanggapi realitas tersebut, usmile Indonesia membuka peluang kolaborasi bagi masyarakat melalui program affiliator. Country Manager usmile Indonesia & Malaysia, Michelle, menyampaikan bahwa sektor swasta memiliki peran lebih luas dari sekadar menjual produk.

“Kami melihat tantangan finansial yang dihadapi banyak keluarga Indonesia. Melalui konsep empowerment, usmile mengajak para penggiat media sosial untuk menjadi affiliator, membantu memasarkan produk sekaligus memperoleh penghasilan tambahan melalui sistem kerja digital yang fleksibel,” ujarnya.

Michelle menambahkan, langkah ini dinilai tepat waktu seiring prospek pertumbuhan industri Beauty & Personal Care di Indonesia. Berdasarkan proyeksi Statista Market Forecast, sektor ini diperkirakan tumbuh sekitar 4,17% secara tahunan pada 2026, didorong oleh fenomena lipstick effect, di mana konsumen tetap memprioritaskan produk perawatan diri meski berada dalam tekanan ekonomi.

Momentum Ramadan dan Idul Fitri turut dimanfaatkan usmile dengan menghadirkan solusi perawatan mulut yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah usmile Repair White, yang ditawarkan sebagai produk peningkatan gaya hidup, bukan sekadar komoditas. Produk ini diklaim mampu meningkatkan kecerahan gigi hingga empat tingkat dalam tujuh hari, dengan kandungan Fluorapatite Calcium Phosphate (FCap) dan Hydroxyapatite (HAP) yang membantu memutihkan sekaligus memperbaiki struktur mikro enamel gigi.

Selain aspek estetika, usmile juga menyoroti tantangan kesehatan mulut selama berpuasa. Berkurangnya produksi air liur dapat memicu kondisi mulut kering dan peningkatan bakteri penyebab bau mulut. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, usmile Fresh White mengandalkan kandungan Zinc Glycinate sebagai agen bakteriostatik serta Apple Polyphenols yang membantu menetralkan gas sulfur penyebab bau mulut, sehingga nafas tetap segar hingga 12 jam.

Melalui inisiatif ini, usmile Indonesia mengajak masyarakat untuk mengubah tantangan ekonomi menjadi peluang produktif dengan bergabung sebagai affiliator. Informasi lebih lanjut mengenai program kolaborasi ini dapat diperoleh melalui akun resmi media sosial usmile Indonesia. (mas)

Artikel Terkait