Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

Kemendag akan manfaatkan gelombang kedua ekonomi digital

11:23:31 | 12 Jul 2021
Kemendag akan manfaatkan gelombang kedua ekonomi digital
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) - Kementrian Perdagangan (Kemendag) tengah memanfaatkan gelombang kedua ekonomi digital dengan menciptakan ekosistem digital yang memfasilitasi produksi, logistik hingga transaksi.

"Sektor niaga elektronik (ecommerce) didorong menjadi salah satu penopang ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid19. Ecommerce dapat menjadi penopang ekonomi Indonesia, khususnya di tengah pandemi Covid-19 dengan memanfaatkan gelombang kedua ekonomi digital, yaitu teknologi 5G, internet of things (IoT), blockchain, dan kecerdasan buatan (artifical intelligence/AI). Sehingga, terbangun ekosistem digital yang bukan sekedar memfasilitasi transaksi, tetapi juga produksi, logistik, dan teknologinya," kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. 

Dikatakannya, optimalisasi potensi hilirisasi ekonomi digital Indonesia juga dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan “low hanging fruit” atau “early harvest”, seperti Tanihub dan eFishery. Tanihub menghubungkan petani ke konsumen secara langsung dan membantu petani meningkatkan hasil panen dengan menggunakan teknologi digital. Sementara, eFishery menggunakan teknologi IoT dan AI untuk mengoptimalkan pakan ikan tambak.

Menurutnya,  saat ini terobosan di berbagai sektor baru mulai bermunculan. Selain itu, adanya perusahaan digital berskala besar juga dapat turut serta membangun ekosistem ekonomi digital. Sebab, perusahaan digital dapat berinvestasi dan menjadi wadah pencetak sumber daya manusia (SDM) unggul.

Beberapa prasyarat yang perlu dilakukan untuk membantu pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Prasyarat tersebut yaitu mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dan talenta, membangun infrastruktur, serta memperbaiki iklim bisnis dan ekosistem inovasi.

Paket Semangat Kemerdekaan
“Ekonomi digital memberikan sejumlah manfaat bagi masyarakat, antara lain mempercepat dan mempermudah transaksi, serta meningkatkan akses informasi dan transparansi. Namun, masih banyak yang harus dikerjakan agar perkembangan ekonomi digital Indonesia dapat bersaing dengan negara lain,” jelasnya.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2020 tercatat sebesar Rp15.400 triliun. Sementara, ekonomi digital Indonesia (EDI) tercatat sebesar Rp632 triliun. Meskipun kontribusi EDI masih relatif kecil terhadap ekonomi nasional, tetapi tumbuh cukup pesat.

Pada 2030, eCommerce business to business (b2b) dan business to consumer (b2c) lokapasar diproyeksikan dapat menyumbang nilai tertinggi dalam ekosistem EDI, yaitu sebesar Rp1.908 triliun atau 34%.(wn)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year