Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

Huawei perkuat komitmen lewat empat pilar

07:25:00 | 23 Apr 2021
Huawei perkuat komitmen lewat empat pilar
Proses Penyerahan Donasi secara serentak di 15 kota
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) - Dalam mendorong peningkatan inklusi digital di Indonesia, Huawei kembali menegaskan komitmennya lewat empat pilar.  Kali ini lewat sebuah tajuk "Huawei I DO".

Keempat pilar tersebut terdiri dari I Do Care, I Do Collaborate, I Do Create dan I Do Contribute.  Lewat empat pilar tersebut, Huawei secara konsisten menggelar program-program alih pengetahuan industri teknologi, serta tanggungjawab sosial korporasi, untuk turut mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik di era digital.

Dikatakan VP Management Transformation Huawei Indonesia yang juga menjabat sebagai Dekan Huawei ASEAN (Indonesia) Academy Business Institute, Albert Yang, tekad tersebut telah menjadi komitmen sejak Huawei pertama kali hadir di Indonesia lebih dari 20 tahun lalu.  “Huawei Indonesia akan terus membantu percepatan transformasi digital di berbagai sektor guna mengakselerasi pemulihan akibat terpaan pandemi, serta mendukung terwujudnya visi Indonesia 4.0, yaitu menjadi kekuatan ekonomi terdepan dunia pada 2045,” ujarnya.

Ditambahkan Albert, bersama pemangku kepentingan, Huawei menggelar program-program fundamental untuk transformasi digital, seperti pengembangan kompetensi SDM Digital Indonesia, pembangunan infrastruktur TIK, hingga implementasi teknologi Cloud dan Kecerdasan Artifisial (AI) di berbagai industri sebagai solusi menanggulangi pandemi COVID-19, yang merupakan bagian dari rangkaian kampanye Huawei I Do Collaborate, I Do Create dan I Do Contribute di Indonesia.

Dalam rangka menjalankan kampanye I Do Care di Indonesia, Huawei juga secara konsisten menjalankan beragam program tanggungjawab sosial yang salah satunya adalah menggelar program donasi ke 30 panti asuhan di 15 kota di Indonesia pada bulan Ramadan tahun ini secara bersamaan. Tak hanya di Pulau Jawa, donasi Huawei untk panti asuhan juga dibagi merata ke Sumatera, Bali, hingga Kalimantan.

Huawei perkuat komitmen lewat empat pilar

Terkait hal tersebut, Director ICT Strategies and Business Huawei Indonesia, Mohamad Rosidi mengatakan, Huawei mengutamakan program-program fundamental yang mampu meningkatkan akses ke layanan dan informasi, meningkatkan konektivitas antara masyarakat dan organisasi, serta meningkatkan produktivitas dan sumber daya secara efisien. "Tujuannya adalah meningkatkan inklusivitas teknologi dan memberdayakan ekosistem digital Indonesia secara berkelanjutan," katanya.

Rosidi menjelaskan, menguatkan TIK sebagai pemampu pengembangan berkelanjutan merupakan komitmen global yang terbangun sejak Huawei berdiri. Kini, komitmen tersebut dipertegas dengan inisiasi jangka panjang TECH4ALL untuk mendukung digitalisasi bagi setiap individu, rumah, hingga organisasi guna mewujudkan dunia pintar yang terhubung sepenuhnya.

Melalui TECH4ALL yang berfokus pada pendidikan, lingkungan, kesehatan dan pembangunan daerah tertinggal, Huawei secara global fokus pada pengembangan teknologi untuk menghadirkan konektivitas yang terjangkau sekaligus menghilangkan hambatan-hambatannya melalui beragam inovasi konektivitas, AI, Cloud dan perangkat bergerak.

Komitmen nyata yang dilakukan Huawei untuk meningkatkan konektivitas di Indonesia adalah dengan terlibat dalam pembangunan infrastruktur jaringan brodband 4G LTE di daerah-daerah 3T sebagai solusi digitalisasi bagi wilayah tersebut.

Selain itu, Huawei juga mendukung terciptanya ekosistem digital dan membantu para pengembang aplikasi menghadirkan solusi untuk ekosistem dan industri, serta membangun sinergi multiple helix dengan pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, industri dan mitra-mitra lain untuk meningkatkan ketrampilan SDM di bidang digital. Huawei Indonesia menargetkan mampu mengembangkan kapasitas 100.000 SDM Digital Indonesia dalam 5 tahun.

Terkait komitmen ini, Huawei Indonesia telah menyiapkan fasilitas pelatihan dan lokakarya baru terlengkap dan tercanggih di kawasan Asia Pasifik, Huawei ASEAN Academy Engineering Institute di Jakarta.

Direktur Indonesia ICT Institute yang juga Pengamat TIK, Heru Sutadi menilai program- program ‘Huawei I Do’ kontributif dalam turut menjawab kebutuhan transformasi digital di Indonesia. Menurutnya, Indonesia saat ini memiliki sedikitnya tiga prioritas utama, yaitu pembangunan infrastruktur TIK terutama yang mampu mendukung kesetaraan distribusi akses internet yang berkualitas sehingga digitalisasi makin inklusif dan menyentuh pelaku usaha mikro di pelosok-pelosok, pengembangan kompetensi SDM di bidang digital, serta pengembangan teknologi digital mutakhir.

Paket Semangat Kemerdekaan
“Program-program alih pengetahuan industri teknologi seperti yang dikontribusikan Huawei Indonesia sangat dibutuhkan dalam membantu meningkatkan daya saing bangsa ini di kancah global. Kontribusi Huawei dan mitranya pantas diapresiasi dan dijadikan tolok ukur dalam memeratakan digitalitasi serta pemberdayaan ekosistem digital Indonesia,” tambahnya.

Sedangkan Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB)/Mantan Komisioner BRTI Mohammad Ridwan Efendi mengatakan, selain membantu dunia pendidikan menelorkan SDM Digital berkompetensi sesuai dengan kebutuhan industri dan menjawab dinamika Education 4.0, alih pengetahuan dan teknologi serta dukungan pembangunan infrastruktur jaringan berkualitas yang dihadirkan Huawei berpeluang menjadi enabler pengembangan riset serta peningkatan kualitas belajar-mengajar di perguruan tinggi di seluruh wilayah Indonesia.

“Ke depan, kami mengharapkan kolaborasi yang makin menguat terutama dalam membantu dunia pendidikan Indonesia menguasi teknologi-teknologi mutakhir Cloud, Big Data, AI, Machine Learning, Internet of Things, Keamanan Siber yang akan menjadi landasan pembangunan dunia masa depan yang pintar dan bermanfaat bagi kami dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi,” ujar Ridwan. (sg)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Editorial
Berlomba gelar 5G