Teknologi berkontribusi dalam tata kelola kota

11:49:30 | 19 Jul 2020
Teknologi berkontribusi dalam tata kelola kota
EVP Telkom Regional II Teuku Muda Nanta
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Sejak Pandemi COVID-19 melanda dunia, kehidupan manusia seakan melambat dan kegiatan sosial ekonomi mengalami perubahan yang sedemikian drastis.

Pukulan pandemi seakan merata di seluruh dunia, pengaruh terhadap kondisi ekonomi mulai dirasakan di pertengahan tahun 2020 ini, termasuk di Indonesia.

Sektor ekonomi Indonesia walau belum mencatatkan penurunan berarti namun telah menunjukkan adanya perlambatan baik itu pada industri besar hingga pada UKM-UKM. Dalam kondisi penerapan New Normal dan social distancing ini, teknologi digadang-gadang dapat berkontribusi dalam mendukung tata kelola kota dan khususnya sektor ekonomi Indonesia kembali bangkit dari keterpurukan.

Melihat kondisi saat ini, Telkom Regional (TREG) II menyelenggarakan webinar yang bertajuk “Digital Readiness to Drive Economic Recovery” pada Rabu, 15 Juli 2020.

Webinar ini merupakan webinar series yang mengusung tema Smart City, sebuah upaya pengimplementasian TIK dalam berbagai sektor kehidupan bermasyarakat termasuk sektor ekonomi. Webinar ini menghadirkan beberapa narasumber diantaranya: Ir. Hj. Eneng Nuscahyati (Kadiskominfo SP Prov Banten) yang hadir mewakili Gubernur Banten Dr. H. Wahidin Halim, M.Si.; Budi Setyawan Wijaya (Direktur Strategic Portfolio Telkom); Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo (Pakar Smart City sekaligus Komisaris Telkom); Dr. Nopriadi Saputra, S.T., M.M (akademisi dari Universitas Binus Nusantara) dan Wahyudi (Senior Manager Smart City Development Telkom).

Webinar yang berlangsung selama 3 jam dan dihadiri oleh 270 peserta ini dibuka dengan sambutan dari Teuku Muda Nanta selaku EVP TREG II.

Dalam sambutannya EVP TREG II Teuku Muda Nanta menekankan bahwa webinar ini diadakan untuk mencari pola yang tepat dalam membantu masyarakat dan pemerintah untuk dapat tetap bergerak dan beratifitas tentunya dengan tetap melindungi diri dan orang lain sehingga kegiatan perekonomian tetap dapat berjalan.

"Webinar ini merupakan bentuk dukungan Telkom Group khususnya Telkom Regional II dalam membantu Pemerintah dan masyarakat untuk terus bangkit dan mampu dalam menghadapi tantangan," kata Nanta.

Hadir sebagai pemateri pertama Kadiskominfo Prov Banten, Ir. Hj. Eneng Nuscahyati. Dalam paparannya Kadiskominfo menjelaskan kondisi Provinsi Banten yang juga tidak luput dari dampak buruk penyebaran covid di segala sektor kehidupan, namun demikian kondisi tersebut justru harus menjadi momentum percepatan transformasi digital bagi Pemerintah maupun bagi industri secara khusus.

“Percepatan transformasi digital sangat dibutuhkan untuk dapat mengadopsi kebutuhan masyarakat dan tetap dapat memberikan pelayanan publik yang terpadu, transparan, berkualitas, terpercaya, cepat dan akuntabel” ujar Kadiskominfo Prov Banten ini.

Budi Setyawan Wijaya yang juga merupakan Direktur Strategic Portfolio Telkom hadir sebagai pemateri kedua yang menjabarkan solusi-solusi Telkom Group yang dapat diimplementasikan pada masa pandemic ini yang salah satunya hadir mensupport Kementrian BUMN khusus untuk membantu UMKM.

Budi menyatakan bahwa Covid 19 memang masih akan terjadi dan belum terlihat kapan akan berakhir, tapi sisi ekonomi kita harus bergerak terus, termasuk UMKM. “Di saat transformasi digital bukan lagi pilihan, Telkom Group berkomitmen besar untuk berkontribusi dalam percepatan digital dalam lingkup agenda nasional,” jelasnya.

Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo (Pakar Smart City sekaligus Komisaris Telkom) menjadi pembicara ketiga dan membahas Smart City sebagai salah satu fokus pembangunan pemerintah daerah saat ini.

“Smart City adalah bagaimana usaha sebuah Kawasan/kota untuk dapat terus bergerak dan menjadi lebih baik, tidak hanya menjadi smart tapi menjadi smarter dari waktu ke waktu” ujar Prof Marsudi. Dalam pelaksanaannya, pembangunan berbasis Smart City tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah saja tapi juga harus melibatkan seluruh ekosistem kawasan/ kota, dan dilakukan pada 6 komponen, salah satunya smart economy.

Dari Akademisi, hadir Dr. Nopriadi Saputra, S.T., M.M (Universitas Binus Nusantara) yang menyampaikan fenomena covid-19 dari sudut pandang akademisi. Menjadi menarik karena Covid-19 merupakan sesuatu yang baru dan akhirnya menghasilkan berbagai macam riset yang mengkaji Covid-19 dari berbagai macam disiplin ilmu.

Bagaimana telecommuting yang pada masa lampau sangat menarik namun tidak banyak diimplementasikan kini menjadi sesuatu yang dilakukan secara massal, melalui WFH (Work From Home) dan WFA (Work From Anywhere).

Hasil penelitian produktifitas WFH menunjukkan fakta yang menarik tentang perbedaan pandangan karyawaan dan organisasi terhadap pola kerja WFH.

“WFH Productivity ini unik, karyawan merasa produktif dengan WFH, tapi organisasi waswas jangan-jangan mereka ga bekerja dengan benar” ujar Dr. Nopriadi.

Pada kesempatan kali ini, Dr. Nopriadi memaparkan hasil penelitiannya mengenai produktifitas karyawan yang bekerja dari rumah (WFH) di masa pandemic ini. Penelitian Dr. Nopriadi mengukur produktifitas dalam hal ini outcome yang bersifat kuantitatif (lebih cepat, banyak, murah) atau kualitatif (inofatif, kreatif), atau layanan yang lebih memuaskan. Hasil penelitian menunjukkan, ada 3 faktor yang mempengaruhi produktifitas karyawan WFH yaitu: digital facility yang tersedia di rumah; digital capability; dan digital collaboration.

Wahyudi selaku Senior Manager Smart City Development Telkom menjadi pemateri terakhir pada Webinar ini yang memberikan paparan mengenai Smart City dan kaitannya dengan perekonomian di era Covid-19 ini.

“Berbicara tentang bagaimana Smart City dapat merecovery bidang ekonomi dimasa new normal saat ini, maka yang pertama perlu kita lihat bahwa Smart City tidak bisa lepas dari proses digitalisasi” ujarnya.

Lebih Lanjut dijelaskan bahwa sejak awal tahun 2020 Indonesia dengan penetrasi IT yang sudah sedemikian massive telah diprediksi menjadi big player dalam ekonomi digital. “Kalau bicara Digital Ekonomi di awal 2000-an berarti berbicara bagaimana digital ekonomi yang ditimbulkan oleh transaksi di bidang perangkat2 terkait IT, tapi sekarang digital ekonomi adalah seluruh output ekonomi yang melibatkan melibatkan proses yang menggunakan digital IT” lanjutnya.

telkom sigma
Telkom Group dalam hal ini siap mendukung Pemerintah untuk percepatan pembangunan berbasis Smart City melalui Smart City Nusantara, tidak hanya dalam implementasi digital teknologi hingga aspek pemerintahan terkecil di ekosistem desa, tetapi juga untuk mengintegrasikan seluruh data dan informasi Pemerintah dari tingkat pusat hingga tingkat desa.(ad)

Smart City, satukan Negeri
Artikel Terkait
Kuota Ketengan